banner 728x250

Tembus Pasar Ekspor USD 4,47 Miliar, IKM Pangan Jadi Motor Utama Hilirisasi Nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto dok Kemenperin)

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan terus menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu motor utama hilirisasi nasional.

Sektor ini terbukti mampu menembus pasar ekspor senilai USD 4,47 miliar, sekaligus menjadi penopang pertumbuhan industri manufaktur yang menciptakan nilai tambah dari bahan baku lokal serta membuka lapangan kerja di daerah.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan bahwa lompatan besar pada sektor IKM pangan memerlukan rajutan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Pembinaan IKM pangan menjadi tugas bersama karena jumlahnya mencapai 2,07 juta unit usaha atau 46,63 persen dari total unit usaha IKM nasional yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Agus menjabarkan, IKM pangan memegang peranan krusial sebagai instrumen penting dalam pemberdayaan masyarakat bawah.

Berdasarkan data teranyar pada triwulan I tahun 2026, sektor industri makanan dan minuman tercatat memberikan kontribusi dominan sebesar 38,35 persen terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nasional.

Ketangguhan sektor ini kian mentereng di pasar global dengan sumbangsih ekspornya yang menembus angka USD 4,47 miliar pada Februari 2026. Nilai tersebut setara dengan kontribusi sebesar 24,07 persen terhadap total ekspor industri pengolahan nasional.

“Kinerja tersebut menunjukkan bahwa industri pangan merupakan salah satu sektor yang paling resilien dan memiliki prospek yang sangat baik untuk terus berkembang,” ungkap Menperin.

Guna memperkokoh ekosistem ini, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin merangkul berbagai pihak, mulai dari pemda, akademisi, hingga Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan fasilitasi pembiayaan.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, mengungkapkan salah satu potret sukses hasil pembinaan ini adalah PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), produsen jenama Yess Yoghurt asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“PT Bogor Sari Nutrisi merupakan contoh baik untuk IKM pangan agar dapat semakin berkembang secara berkelanjutan melalui inovasi produk dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar. Perusahaan ini juga menunjukkan keberhasilan regenerasi usaha yang mampu menjaga kesinambungan bisnis lintas generasi,” puji Reni saat meninjau langsung fasilitas produksi PT BSN di Bogor, beberapa waktu lalu.

Reni memaparkan, pergeseran perilaku konsumen masa kini menuntut pelaku usaha untuk mutlak mengedepankan kualitas. Konsumen modern tidak lagi sekadar mencari cita rasa yang memanjakan lidah, melainkan sangat jeli memperhatikan aspek keamanan pangan, profil kandungan gizi, hingga keunikan produk.

Meningkatnya tren pola hidup sehat di tengah masyarakat dinilai menjadi ladang emas bagi industri olahan susu seperti yoghurt. Kendati pasarnya menggiurkan, Reni mengingatkan para pelaku IKM untuk tetap disiplin menjaga konsistensi mutu, menerapkan standar keamanan ketat, mampu beradaptasi dengan tren, serta memperkuat strategi pemasaran.

Demi menjawab tantangan pelik yang kerap membayangi pelaku usaha lokal, Ditjen IKMA terus menggeber sejumlah program pembinaan taktis secara berkala.

Program-program tersebut mencakup pendampingan penerapan sistem keamanan pangan dan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), penguatan kemitraan usaha, fasilitasi akses pasar domestik-ekspor, pendampingan pemasaran digital, restrukturisasi mesin produksi modern, hingga akselerasi melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) dan transformasi Industri 4.0.

Keberhasilan PT BSN dalam membangun bisnis berkelanjutan ini digawangi oleh duet kepemimpinan Direktur Utama Juhana bersama putrinya, Maulita, yang menakhodai tim Research and Development (R&D). Kolaborasi keluarga ini sukses melahirkan varian produk yoghurt inovatif yang laris manis di kanal daring maupun luring.

Apresiasi senada turut dilontarkan oleh Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin, Afrizal Haris. Ia mengacungkan jempol atas andil Dinas Perindustrian Kabupaten Bogor dan YDBA dalam mengawal IKM lokal.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra industri merupakan kunci dalam menciptakan IKM yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Afrizal.

Ia berharap kisah sukses Yess Yoghurt ini mampu menjadi pemantik inspirasi bagi jutaan pelaku IKM pangan lainnya di Indonesia untuk terus berani berinovasi, memperluas pasar, serta siap bersaing di kancah nasional maupun global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *