ABNnews – Kasus dugaan penganiayaan berat kembali mengguncang ibu kota. Seorang warga negara (WN) Brunei Darussalam berinisial MHF (31) dilaporkan tewas mengenaskan setelah dianiaya di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Mirisnya, polisi menyebut terduga pelaku merupakan seorang selebgram.
Aparat kepolisian memastikan kasus berdarah yang menimpa warga asing ini sudah masuk dalam radar penanganan intensif tim penyidik.
“Iya sudah dimonitor, sudah ada laporan polisinya,” ungkap Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (26/5/2026).
Meskipun pelaku masih dalam proses pengejaran, pihak kepolisian menegaskan tidak butuh waktu lama untuk mengendus siapa aktor di balik tewasnya MHF. Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengklaim telah mengunci profil terduga pelaku.
“Kami sudah mengantongi identitas seorang selebgram yang diduga berperan sebagai pelaku penganiayaan berat tersebut,” tegas Kanit 1 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra.
Sengkarut peristiwa maut ini menyisakan cerita dari pihak tempat menginap korban. Sebelum meregang nyawa, MHF diketahui sempat menginap di salah satu hotel di kawasan Blok M bersama rombongannya. Namun, pihak manajemen hotel baru mengendus adanya tindak pidana setelah didatangi aparat.
Front Office Manager hotel setempat, Darwin, membeberkan bahwa sejumlah anggota kepolisian datang mengonfirmasi kejadian itu sekitar tiga hari pasca-korban meninggalkan hotel.
“Kami pun dapat informasi kejadian itu, kami sempat didatangi pihak kepolisian, itu kalau enggak salah sekitar tiga hari setelah tanggal check-out (tanggal) 14 itu,” beber Darwin saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa.
Berdasarkan garis waktu, peristiwa penganiayaan brutal itu diduga terjadi sekitar dua hari setelah korban melakukan proses check-in di hotel tersebut bersama tujuh orang rekannya.
Pihak hotel mengaku sama sekali tidak mengetahui detail kejadian fisik di area sekitar saat peristiwa berlangsung. Darwin bahkan baru melihat bukti rekaman visual penganiayaan itu pada Selasa pagi, setelah videonya telanjur menyebar luas dan viral di lini masa media sosial.
“Saya juga kaget, soalnya waktu itu enggak dilihatin CCTV sama polisi, baru tadi pagi lihatnya kaget,” pungkas Darwin menahan rasa tidak percaya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap motif pasti di balik pertikaian maut antara oknum selebgram tanah air dengan warga negara Brunei Darussalam tersebut.













