banner 728x250

Geger Video Viral ‘Kreak’ Disebut Berulah di Salatiga, Polisi Minta Warga Jangan Terpancing

Gambar tangkapan layar terkait isu kreak di Kota Salatiga(KOMPAS.com/Dok. Humas Polres Salatiga)

ABNnews – Jagat media sosial di wilayah Salatiga, Jawa Tengah, sempat dibuat geger dan resah oleh beredarnya sebuah rekaman video amatir. Video tersebut disebarkan dengan bumbu narasi mengerikan, yakni “Kreak Mulai Berulah Lagi”.

Apalagi, video yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran mencekam sekelompok pemuda tersebut sempat diunggah dan dibagikan ulang oleh beberapa akun media sosial lokal hingga menjadi viral.

Menanggapi keresahan warga yang meluas, Kapolsek Argomulyo Polres Salatiga, AKP Aziz Ma’arif, langsung pasang badan.

Ia memastikan bahwa insiden di dalam video viral tersebut bukanlah aksi penyerangan geng motor brutal (kreak) maupun bentuk tindak kriminalitas jalanan lainnya yang selama ini ditakuti masyarakat.

“Kami sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi pada Jumat (22/5/2026),” ungkap Aziz Ma’arif dikutip kompascom, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan hasil proses pengecekan intensif dan olah TKP di lapangan, peristiwa asli di dalam rekaman tersebut sebenarnya terjadi pada Selasa (19/5/2026) malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Lokasinya berada di warung makan milik warga bernama Ngadimin yang terletak di kawasan Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Aziz Ma’arif menceritakan kronologi riil pada malam kejadian. Saat itu, memang ada tiga orang pemuda yang mendadak berlari kencang membelah malam. Mereka diduga kuat tengah dikejar oleh kelompok massa berjumlah sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 15 unit sepeda motor.

“Ketiga orang tersebut kemudian masuk dan bersembunyi di dalam warung yang saat itu dijaga oleh pemilik warung bersama seorang saksi lainnya,” beber Aziz.

Tak lama berselang, ketegangan sempat memuncak saat dua orang dari kelompok pengejar tampak turun dari kendaraan dan berhenti tepat di area depan warung milik warga tersebut. Beruntung, pemilik warung bertindak berani.

“Namun oleh para saksi diminta untuk pergi sehingga rombongan tersebut akhirnya meninggalkan lokasi menuju arah Jalan Lingkar Salatiga,” ungkapnya.

Setelah situasi di luar dirasa sudah benar-benar aman dan kondusif, tiga orang pemuda yang sempat numpang bersembunyi menyelamatkan nyawa di dalam warung juga langsung pergi meninggalkan lokasi ke arah wilayah Getasan.

Aziz Ma’arif menegaskan, dalam rentetan kejadian malam itu sama sekali tidak terdapat korban luka, korban jiwa, maupun adanya berkas laporan terkait tindak pidana yang masuk ke meja kepolisian. Isu geng motor kreak yang berulah dipastikan murni spekulasi liar di media sosial.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, situasi dapat dikendalikan dan tidak ditemukan adanya korban maupun kerusakan. Video yang viral merupakan rekaman CCTV di lokasi dan kemudian dijadikan status WhatsApp sebelum akhirnya menyebar di media sosial,” jelasnya gamblang.

Jajaran anggota dari Polsek Argomulyo sendiri telah bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi berupa mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP awal, mengumpulkan bahan keterangan, serta memeriksa saksi-saksi kunci di lokasi kejadian.

Di akhir kesempatan, pihak kepolisian mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat Salatiga untuk tetap tenang, beraktivitas normal seperti biasa, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi liar di internet sebelum mengetahui fakta hukum sebenarnya.

“Kepolisian juga terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Salatiga,” pungkas Aziz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *