ABNnews –Sebanyak sembilan WNI relawan kemanusiaan diduga dapat tindakan kekerasan dari Militer Israel, salah satu Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, misi kemanusiaan sipil, tidak seharusnya direspons dengan tindakan represif, terlebih hingga berujung pada penahanan paksa.
“Yang perlu menjadi perhatian serius adalah tindakan penculikan dan penahanan terhadap aktivis kemanusiaan serta jurnalis sipil ini. Merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata politikus PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, (24/5/2026), dilansir dari RRI.co.id
Ia mengungkapkan, keberadaan para aktivis dan jurnalis WNI dalam misi tersebut membawa pesan solidaritas kemanusiaan. Yakni, bagi masyarakat Gaza, Palestina yang selama ini menghadapi krisis berkepanjangan.
Oleh karenanya, ia menekankan, tindakan intimidatif terhadap misi sipil dinilainya memperburuk citra penghormatan. Yaitu, memperburuk citra terhadap hak asasi manusia dan kebebasan sipil.
“Jurnalis dan aktivis kemanusiaan memiliki mandat moral untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan yang terjadi. Mereka bukan kombatan dan tidak seharusnya diperlakukan secara represif,” ucap Mahfudz.
Ke depannya, ia mendorong, pemerintah Indonesia semakin aktif memainkan peran diplomatik dalam mendukung penyelesaian konflik Palestina. Yakni, secara adil dan bermartabat, termasuk memastikan perlindungan terhadap warga sipil dan pekerja kemanusiaan di wilayah konflik.
Menurutnya, Indonesia harus tetap konsisten berada di garis depan dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi. “Dunia internasional perlu bersikap lebih tegas terhadap berbagai tindakan yang mengancam keselamatan warga sipil dan menghambat misi kemanusiaan,” ujar Mahfudz.
Di satu sisi, ia mengapresiasi, kinerja Kemlu RI atas upaya diplomatik yang berhasil membebaskan sembilan WNI tersebut. Langkah cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan Kemlu RI, patut diapresiasi sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warga negaranya.
“Mengapresiasi langkah Kemlu dan seluruh pihak yang bekerja untuk memastikan keselamatan serta pembebasan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Negara memang harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia di mana pun berada,” kata Mahfudz.
HP Relawan Global Sumud Flotilla Dibuang ke Laut
Relawan Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan di Israel dijadwalkan terbang dari Istanbul, Turki, dan tiba di Tanah Air, Minggu 24 Mei 2026 sore. Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) ini dijadwalkan tiba di tanah air pukul 15.30 WIB.
Salah satu keluarga relawan, Denisa Tristianty, mengatakan komunikasi dengan suaminya, Bambang Noroyono, sempat berlangsung singkat. hal itu disebabkan keterbatasan perangkat komunikasi. “(Komunikasi, red)Kemarin ya lumayan ya, nggak lama-lama juga karena kan hanya ada satu handphone untuk komunikasi UNI di sana ya,” ujar Denisa saat berbincang dengan Pro3 RRI, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan paranormal relawan hanya memiliki satu perangkat telepon untuk bergantian menghubungi keluarga setelah ponsel mereka dibuang ke laut demi keamanan.
“Mereka kan karena handphonenya dibuang ke laut jadi memang hanya satu handphone untuk saat ini untuk komunikasi UNI untuk menghubungi keluarga mereka semua gitu,” katanya.
Meski singkat, komunikasi tersebut memastikan kondisi para relawan dalam keadaan baik. “Jadi juga ya nggak lama tapi cukup untuk menyampaikan informasi dia baik-baik saja bersama teman-teman yang lainnya ya itu udah kabar baik Alhamdulillah,” ujarnya.
Denisa menambahkan, saat komunikasi dilakukan, para relawan sudah berada di Istanbul, Turki. Itu setelah dipindahkan dari Israel menggunakan tiga pesawat bantuan pemerintah Turki.
Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dijadwalkan tiba di tanah air pada Minggu, 24 Mei 2026, sore. Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono diagendakan akan menyambut langsung kedatangan kesembilan WNI tersebut.
“Sembilan WNI relawan akan landing (mendarat) sekitar pukul 15.30 WNI. Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangannya kepada RRI, Sabtu, 23 Mei 2026 di Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diterima RRI, sembilan WNI relawan Armada Global Sumud Flotilla akan tiba di Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Para relawan tersebut sebelumnya telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Nadzar Lendi













