banner 728x250

Detik-detik Oknum Guru Digerebek Usai Siswa Telpon Call Center 110: Laki-laki dengan Laki-laki!

Ilustrasi. Merdekacom

ABNnews – Kasus dugaan pencabulan menggemparkan Kawasan Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Aparat kepolisian bergerak cepat menggerebek sebuah kamar di Hotel S setelah menerima laporan darurat dari seorang siswa.

Ironisnya, aksi penggerebekan tersebut menyasar seorang oknum guru. Sang pendidik diduga kuat tengah melakukan tindakan pencabulan sesama jenis terhadap muridnya sendiri di dalam kamar hotel.

Peristiwa ini mendadak jadi buah bibir dan menyita perhatian publik. Pasalnya, saat penggerebekan berlangsung, kawasan wisata Pasir Putih bagian barat sedang ramai-ramainya dikunjungi warga karena menjadi lokasi berbagai perlombaan untuk siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.

Pascapenggerebekan, kamar hotel yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) langsung disterilkan. Kamar tipe MM 9 yang berada di posisi bagian tengah hotel tersebut kini telah dipasangi garis polisi (police line).

“Saya tahunya kamar hotel itu sudah dipasangi police line. Yang di-police line satu kamar,” ujar salah seorang karyawan Hotel S, Hartadi, saat dihubungi, Senin (18/5/2026).

Bermula dari Telepon Darurat Korban ke Call Center 110

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bungatan Iptu Liskurrahman membeberkan bahwa terbongkarnya aksi bejat ini berkat keberanian korban. Korban langsung menghubungi nomor darurat kepolisian sesaat sebelum penggerebekan terjadi.

“Penggerebekan itu berawal adanya laporan korban melalui call center 110 dan langsung ditindaklanjuti Polres dan Polsek,” kata Liskurrahman.

Liskurrahman membenarkan bahwa penyimpangan yang sedang ditangani korps baju cokelat ini melibatkan sesama jenis. Petugas di lapangan pun dibuat geleng-geleng kepala saat mendapati fakta di dalam kamar.

“Ternyata dugaan pencabulan itu laki-laki dengan laki-laki. Kemarin informasi begitu (terduga pelaku oknum guru), tapi lebih jelasnya tanyakan ke Polres,” jelasnya.

Hebohnya kasus ini juga sampai ke telinga pemerintah daerah setempat. Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Situbondo, Edi Wiyono, membenarkan lokasi penggerebekan berada di lingkungan Hotel Sidomuncul 2 Pasir Putih.

Namun, Edi menegaskan bahwa rentetan acara perlombaan siswa sekolah yang membuat kawasan pantai padat pengunjung saat kejadian sama sekali tidak mengantongi izin atau koordinasi dengan pihaknya.

“Informasi benar dan sekarang kamar hotel dipasangi garis polisi. Iya waktu itu ada kegiatan (lomba), tapi itu tidak ada koordinasi dengan dinas,” tegas mantan Kepala Dinas Koperasi (Kadiskop) Situbondo tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan menyatakan, setelah mendapatkan operan laporan dari Polsek, personel buru sergap langsung diterjunkan untuk mengamankan seluruh pihak di dalam kamar hotel guna mencegah amuk massa.

Pihak kepolisian memastikan oknum guru terduga pelaku serta sejumlah saksi telah diamankan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kendati demikian, polisi menyebut ada kendala terkait kelanjutan laporan resmi.

“Mereka yang diamankan itu sudah diperiksa dan korban tidak melapor,” pungkas AKP Agung Hartawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *