ABNnews –Motif pelaku dari komplotan begal bersenjata tajam yang beraksi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, berhasil diungkap Polda Metro Jaya dugaan motif tersebut ialah untuk membeli narkoba pada Senin (4/5).
“Adapun motif tersangka yaitu membutuhkan uang untuk membeli narkoba dan juga kebutuhan sehari-hari, dan dalam pengembangan tersangka ini juga sebagai kurir narkoba,” kata Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/5/2026), dilansir dari Antara.
Danang menjelaskan modus operandi yang digunakan tersangka Taufik alias Gembel (26) yaitu berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran atau korban yang sedang berada di lokasi sepi.
“Selanjutnya ketika para pelaku sudah menemukan calon korban, pelaku langsung menghampiri korban dan mengancam dengan menodongkan senjata tajam. Apabila korban melakukan perlawanan, pelaku tidak segan-segan untuk melukai korban,” katanya.
Danang menambahkan komplotan lainnya yang masih diburu polisi, yaitu berinisial GR, PI dan JU.
“Adapun barang bukti yang sudah berhasil diamankan yaitu satu unit ponsel milik korban, satu unit motor Honda Scoopy warna putih hitam milik korban, satu unit motor RX King milik pelaku warna hitam, dan rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP,” ucapnya.
Para pelaku dikenakan Pasal 479 ayat 2 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang disertai keadaan memberatkan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.
Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor menjadi korban pembegalan bersenjata tajam di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5) dini hari. Setelah melukai korban, pelaku merampas kendaraan beserta ponsel milik korban.
Dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @info.kebonjeruk, nampak korban tengah memarkir kendaraannya di pinggir jalan.
Tak lama berselang, segerombolan pelaku bersepeda motor menghampiri korban. Kemudian, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban.
Dalam keterangan video itu, korban disebut mengalami luka bacok, serta kehilangan ponsel dansepeda motornya yang dirampas oleh komplotan begal tersebut.
Nadzar Lendi













