ABNnews – Aksi teror pembakaran di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, akhirnya terbongkar. Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial A (24) yang diduga kuat menjadi dalang di balik munculnya api di sejumlah titik yang meresahkan warga.
Kapolsek Matraman Suripno mengonfirmasi bahwa terduga pelaku ditangkap di kediamannya pada Senin (11/5/2026) malam. Penangkapan ini merupakan buntut dari rangkaian aksi pembakaran yang dilakukan pada dini hari.
Polisi bergerak cepat setelah mengidentifikasi pelaku. Selain mengamankan A, petugas juga menyita satu unit sepeda motor yang diduga menjadi “kendaraan operasional” pelaku untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain saat menyulut api.
“Mengamankan terduga pelaku yang membakar di sejumlah lokasi. Terduga pelaku diamankan di rumahnya,” ujar Suripno di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Aksi nekat A ternyata memicu amarah besar. Warga dari RW 03, 04, 05, hingga RW 06 beramai-ramai mendatangi rumah pelaku karena merasa terancam dengan serangkaian pembakaran tersebut. Beruntung, aparat gabungan dari kepolisian hingga Satpol PP sigap meredam situasi agar tetap kondusif.
“Saat kejadian, itu kami bersama dengan Satpol PP keseluruhan hadir, dari rekan-rekan RT/RW juga hadir, FKDM juga ada. Kita kompak wilayah Matraman berupaya mengkondusifkan keadaan,” jelas Suripno.
Ketua RW 05 Pisangan Baru, Ramdani, membeberkan bahwa aksi teror itu terjadi antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Kecurigaan warga menguat setelah rekaman CCTV dari berbagai sudut memperlihatkan sosok pria yang sama menyulut api di area pemukiman.
Momen pilu terjadi saat identitas pelaku terkonfirmasi. “Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, ‘Oh iya itu anak saya’,” ungkap Ramdani.
Hingga saat ini, pelaku A masih mendekam di ruang pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Matraman. Polisi masih terus mendalami motif di balik aksi nekat yang memicu kepanikan warga tersebut.
“Kita masih pemeriksaan untuk mendalami motif aksi tersebut,” pungkas Suripno.
Beruntung, kesigapan warga memadamkan api membuat insiden ini tidak memakan korban jiwa.













