banner 728x250

Bawa-bawa Statistik, Mauricio Souza Tak Terima Persija Keok dari Persib

Pelatih Persija Mauricio Souza (Foto: Ileague.id)

ABNnews – Persija Jakarta harus mengakui keunggulan rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia. Macan Kemayoran takluk dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Selain kalah dari rival bebuyutan, hasil ini sekaligus menutup rapat peluang Persija dalam perburuan gelar juara musim ini. Di sisi lain, kemenangan ini membuat Persib semakin dekat menuju tangga juara.

Persija sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Winger lincah mereka, Alaaeddine Ajaraie, sukses membawa Macan Kemayoran unggul lebih dulu pada menit ke-19. Namun, mental juara Maung Bandung berbicara.

Adam Alis berhasil memborong dua gol balasan pada menit ke-28 dan 37 yang membalikkan keadaan hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal mengamankan poin, pelatih Persija Mauricio Souza menilai anak asuhnya tampil jauh lebih dominan dibanding tim lawan. Baginya, hasil akhir di papan skor tidak mencerminkan apa yang terjadi di atas lapangan.

“Permainan kami hari ini sebenarnya lebih baik daripada Persib. Saya tidak akan menganalisis hasil pertandingan ini, tetapi bagaimana jalannya pertandingan. Semua orang bisa melihat hasil akhirnya. Sejak menit pertama, kami mencari kemenangan,” ujar Mauricio dengan nada kecewa usai laga.

Pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa Persija tampil sangat berani dengan penguasaan bola yang dominan. Ia bahkan membeberkan statistik yang menunjukkan timnya membombardir pertahanan Persib sepanjang laga.

“Tentu saja statistik menunjukkan kami lebih baik. Kami menghasilkan 19 peluang, sementara Persib hanya tujuh. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini. Saya tidak akan mengatakan tim kami bermain buruk, justru sebaliknya, kami jauh lebih baik dari lawan,” tegasnya.

Meski membela performa timnya, Mauricio tak menampik adanya kesalahan fatal yang berujung petaka. Senada dengan sang pelatih, pemain Persija Fabio Calonego mengakui bahwa efektivitas menjadi masalah utama.

“Saya setuju dengan coach. Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang. Kami menciptakan banyak peluang, tapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itu yang menjadi penyebab kekalahan kami,” pungkas Fabio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *