banner 728x250

Hebat! Produk Olahan Kakao Lokal Kini Jadi ‘Pilihan Chef’ di Eropa

Foto: Kemenperin

ABNnews – Industri kakao Indonesia kembali unjuk gigi di kancah internasional. Produk olahan kakao dan cokelat asal Tanah Air kini resmi menembus pasar Prancis. Pencapaian ini menjadi bukti nyata suksesnya hilirisasi industri yang selama ini digencarkan oleh pemerintah.

Pelepasan ekspor perdana yang dilakukan oleh PT Adore Rempah Indonesia (Adore) pada Sabtu (18/4/2026) ini menjadi tonggak sejarah penting. Produk olahan pangan Indonesia kini tak hanya sekadar komoditas, tapi produk bernilai tambah yang memenuhi standar mutu internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif langkah strategis ini. Ia menegaskan bahwa industri pengolahan dalam negeri kini semakin matang dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang berdaya saing global.

“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa industri pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

PT Adore Rempah Indonesia bukan pemain kemarin sore. Sejak 2022, mereka berkomitmen membawa produk agro-industri Indonesia ke pasar global. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif:
* 2023-2024: Skala usaha meningkat dua kali lipat setiap tahunnya.

* 2025: Capaian pendapatan dalam dua bulan pertama bahkan melampaui total pendapatan setahun sebelumnya.

* Diversifikasi: Setelah sukses dengan vanili, mereka kini merambah pengolahan kakao.


Dengan mengusung tagline “from local cacao farmers to the chef’s choice”, Adore berhasil menghubungkan petani kakao lokal dengan kebutuhan profesional kuliner dan pastry chef di Eropa.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa ekspor cocoa butter dan white chocolate ke Prancis ini adalah buah dari kebijakan hilirisasi yang konsisten.

Tak hanya meningkatkan ekspor, penguatan sektor hilir ini juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menegaskan pentingnya keterpaduan ini.

“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” jelas Merrijantij.

Kemenperin berharap keberhasilan ini bisa jadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran hingga ke mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *