banner 728x250

Gak Jadi Rongsokan! Anjungan Minyak Tua RI Bakal Disulap Jadi Terminal Gas Canggih Bareng Korea

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Samudra Korea, Hwang Jongwoo, di Seoul, Rabu (1/4/2026).

ABNnews – Pemerintah Indonesia dan Republik Korea makin serius memperkuat hubungan bilateral. Kali ini, urusan industri jasa instalasi perairan alias offshore jadi menu utamanya. Gak tanggung-tanggung, kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung!

Momen penting ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Samudra Korea, Hwang Jongwoo, di Seoul, Rabu (1/4/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung hangat di Istana Kepresidenan Korea alias Blue House.

Anjungan Minyak Tua Bakal ‘Reborn’

Lantas, apa sih isi kesepakatannya? Jadi, kedua negara sepakat buat kerja sama di bidang teknologi instalasi perairan, termasuk pembongkaran (decommissioning) anjungan lepas pantai yang sudah nggak beroperasi.

Tapi tenang, anjungan itu nggak bakal dibuang begitu saja! Ada misi pemanfaatan kembali (reutilization) yang keren banget. Menko Airlangga membocorkan kalau bekas anjungan minyak itu nantinya direncanakan jadi lokasi LNG Receiving Terminal hingga lokasi Carbon Capture and Storage (CCS). Canggih, kan?

Buka Pintu Buat Pertamina dan Swasta

Airlangga menegaskan, proyek ini bukan cuma urusan antar-pemerintah (G-to-G), tapi juga membuka peluang cuan buat pelaku usaha nasional. Sinergi ini mencakup transfer teknologi hingga peningkatan kapasitas SDM biar tenaga ahli kita makin jago setara spesialis global.

“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha industri energi nasional seperti Pertamina Group dan/atau perusahaan swasta untuk berpartisipasi,” jelas Airlangga.

Komitmen Strategis 5 Tahun

MoU mentereng ini bakal berlaku selama lima tahun ke depan dan bisa diperpanjang lagi. Meski bukan kewajiban hukum yang mengikat secara internasional, kesepakatan ini jadi landasan kuat buat kemitraan strategis kedua negara di sektor migas.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong pembangunan ekonomi secara berkesinambungan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam industri energi global,” pungkas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *