banner 728x250

Pede Abis! Menkeu Purbaya Sebut 6 Bulan Lagi Jumlah Orang Susah di RI Bakal Berkurang

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)

ABNnews – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tengah tancap gas demi mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, bendahara negara ini optimistis dalam waktu enam bulan ke depan, jumlah masyarakat yang hidup kesusahan di Indonesia bakal semakin berkurang.

Hal tersebut diungkapkan Purbaya saat hadir dalam sesi talkshow Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta. Purbaya merespons pertanyaan tajam mengenai seberapa besar pengaruh fluktuasi nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap riilnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan, pergerakan Rupiah dan IHSG sebenarnya tidak bisa disamakan dengan fondasi ekonomi yang sesungguhnya. Pasalnya, pergerakan di pasar keuangan itu sangat rentan dan dipenuhi oleh sentimen serta ekspektasi pasar.

“Jadi Rupiah dan IHSG beda dengan fondasi ekonomi. Kadang-kadang ya, karena di situ ada ekspektasi juga ke depan seperti apa. Nilai tukar Rupiah dipenuhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipenuhi ekspektasi,” ujar Purbaya, Jumat (22/5/2026).

Purbaya membeberkan, sejak akhir tahun lalu pasar saham dalam negeri memang terus dihantam rentetan berita negatif. Mulai dari sentimen evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), pemangkasan outlook kredit oleh sejumlah lembaga pemeringkat global, hingga lesunya nilai tukar Rupiah.

Rentetan sentimen buruk itu diakui membuat atmosfer perekonomian Indonesia seolah-olah mencekam seperti era krisis moneter (krismon) 1998 silam. Padahal, Purbaya meluruskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kokoh dan diperbaiki terus-menerus.

“Dan sekarang boleh dibilang, walaupun nggak sempurna ya, kebijakan yang besarnya, nggak ada yang salah. Kita nggak akan mengulangi 1998 lagi. Karena waktu itu kan ada IMF, kalau sekarang kan saya bukan IMF. Saya pinteran dikit dari IMF. Jadi nggak usah takut,” seloroh Purbaya yang disambut tawa peserta.

Demi mewujudkan ramalannya soal berkurangnya angka kemiskinan, Purbaya menegaskan pemerintah bakal memaksimalkan mesin pertumbuhan ekonomi dari sektor swasta dan domestik dalam negeri.

Melalui strategi tersebut, ia yakin pemulihan dan penguatan ekonomi akan langsung menyentuh lapisan masyarakat bawah dalam waktu dekat.

“Sehingga kita pertumbuhannya didorong oleh swasta dan domestik. Saya pikir 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah tuh akan semakin berkurang dan semakin berkurang lagi,” pungkasnya mendongkrak optimisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *