banner 728x250
Dunia  

Istri Khamenei Meninggal Dunia, Trump Bongkar Detail Serangan: Kami Habisi Saat Mereka Sarapan!

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Ali Khamenei wafat pada Senin, 2 Maret 2026. (Foto: dok. Iran Times)

ABNnews – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Media pemerintah Iran melaporkan Mansoureh Khojasteh (78), istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026).

Khojasteh mengembuskan napas terakhir setelah sempat koma selama tiga hari akibat luka serius dalam serangan udara “Operation Epic Fury” yang diluncurkan AS-Israel pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut sebelumnya telah menewaskan suaminya, Ali Khamenei.

Kepergian Khojasteh semakin memperdalam krisis kepemimpinan di Iran setelah lingkaran terdalam rezim Teheran praktis musnah dalam satu malam.

Infiltrasi Intelijen: Diserang Saat ‘Sarapan’

Presiden AS Donald Trump membeberkan detail mengejutkan terkait operasi maut tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengeklaim intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia yang dihadiri 49 pemimpin paling senior Iran.

Ironisnya, serangan dilakukan pagi hari saat para petinggi tersebut sedang melakukan sesi sarapan bersama Ali Khamenei. Mereka memilih waktu siang hari karena berasumsi AS tidak akan berani menyerang di saat terang benderang.

“Mereka pikir mereka aman karena hari terang benderang. Tapi kami mendapatkan mereka semua. Posisi kedua, ketiga, hingga ke-49, semuanya tewas,” tegas Trump.

Daftar Pejabat yang Musnah

Operasi ini secara efektif memenggal struktur komando militer dan politik Iran. Beberapa nama besar yang dikonfirmasi tewas antara lain:
* Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

* Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan.

* Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC.

* Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior.

* Keluarga Inti Khamenei: Termasuk putri, cucu, hingga menantu.


Balasan Iran: Kapal Tanker dan Pangkalan AS Membara

Eskalasi berdarah ini dibayar mahal. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi jumlah tentara AS yang gugur bertambah menjadi 4 orang akibat serangan drone balasan di Kuwait.

Garda Revolusi Islam (IRGC) pun melancarkan “gelombang keenam” serangan rudal yang menghantam fasilitas vital di Teluk:
* Dubai: Kebakaran hebat di pelabuhan Jebel Ali, asap menyelimuti Business Bay.

* Irak: Bandara Erbil dilaporkan terbakar hebat.

* Qatar & Bahrain: Belasan warga terluka akibat ledakan pencegatan udara.


Sumpah Balas Dendam Ali Larijani

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, bersumpah akan membalas dengan cara yang lebih brutal. Ia menegaskan tidak ada kata negosiasi bagi Amerika Serikat.

“Amerika telah menikam rakyat Iran di jantungnya, dan kami akan menikam balik jantung mereka. Mereka tidak bisa menyerang lalu lari begitu saja,” tegas Larijani.

Krisis Energi Dunia Menanti

Dampak konflik ini mulai merembet ke sektor ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dan volatilitas pasar saham yang ekstrem.

Di sisi lain, tragedi kemanusiaan mulai terkuak dengan laporan tewasnya 133 warga sipil Iran dalam 24 jam terakhir, termasuk klaim hancurnya sebuah sekolah di Minab.

Dunia kini menanti, apakah ini benar-benar akhir dari era Republik Islam Iran atau justru awal dari perang regional yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *