banner 728x250
Dunia  

Tak Punya Hubungan Diplomatik, Begini Siasat Menlu Sugiono Selamatkan 9 WNI dari Cengkeraman Israel

Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto: istimewa)

ABNnews – Pemerintah Indonesia langsung bergerak cepat merespons aksi brutal militer zionis Israel yang menyergap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di laut lepas.

Setidaknya, tiga negara sahabat kini resmi dimintai bantuan oleh Indonesia untuk mendesak pembebasan dan menyelamatkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan secara ilegal oleh Israel.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, membeberkan bahwa ketiga negara yang dihubungi tersebut adalah Yordania, Turki, dan Mesir.

Langkah diplomasi agresif ini diambil guna memastikan keselamatan serta melacak keberadaan sembilan relawan asal tanah air tersebut.

“Saya sendiri sudah meminta perwakilan kita agar berkomunikasi dengan kementerian luar negeri di Yordania, Turki, dan Mesir, untuk mencari informasi yang akurat terkait posisi dan keadaan saudara-saudara kita yang ditangkap,” tegas Sugiono saat ditemui usai rapat kerja panas bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sugiono menjelaskan, komunikasi intensif dengan Yordania, Turki, dan Mesir terpaksa dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Melalui tiga negara perantara inilah, pesan ketegasan dan tuntutan Indonesia dialirkan agar sampai ke telinga rezim Tel Aviv.

“Kami menyampaikan lewat rekan-rekan kita, yang bisa berkomunikasi langsung dengan Israel, untuk memastikan warga negara kita diperlakukan dengan baik,” urai Sugiono.

Dirinya memastikan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam dan bakal mengoptimalkan segala cara. Target utamanya adalah memastikan seluruh WNI peserta konvoi kemanusiaan ke Gaza itu bisa segera dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi sehat walafiat tanpa kekurangan apa pun.

Kementerian Luar Negeri RI sendiri telah mengonfirmasi bahwa penyergapan kapal-kapal konvoi kemanusiaan oleh pasukan zionis tersebut masuk dalam kategori aksi penculikan. Ironisnya, dari sembilan WNI yang menjadi korban, tiga di antaranya merupakan wartawan media nasional yang tengah bertugas meliput secara resmi.

Ketiga jurnalis tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari harian Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari majalah Tempo.

Atas insiden ini, Pemerintah Indonesia mengutuk keras tindakan sewenang-wenang zionis Israel yang nekat mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan serta menciduk para relawan di perairan internasional.

Kemlu RI menegaskan bahwa aksi ini melanggar hukum humaniter internasional dan mendesak Israel untuk menjamin kelancaran penyaluran bantuan makanan serta medis bagi rakyat Palestina yang tengah menderita di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *