banner 728x250

Inflasi Terkendali, Investasi Tumbuh, Ini Potret Ekonomi RI Sepanjang 2025

Ilustrasi ekonomi Indonesia.(SHUTTERSTOCK)

ABNnews – Di tengah ketidakpastian perekonomian global, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang solid. Pemerintah memastikan stabilitas makroekonomi terjaga serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun.

“Sepanjang 2025, Pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan koordinasi kebijakan, sehingga perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah tantangan global,” ujar Haryo.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 terjaga di kisaran 5 persen. Pada kuartal III-2025, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi skala ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2024 mencapai USD 1.396,30 miliar. Sementara PDB berdasarkan paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) tercatat sebesar USD 4,10 triliun, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 di dunia. PDB per kapita juga terus meningkat hingga mencapai Rp 78,62 juta atau setara USD 4.960,33.

Stabilitas Makro Terjaga

Stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga dengan baik. Inflasi berada dalam sasaran 2,5±1 persen dan tercatat sebesar 2,72 persen (yoy) pada November 2025.

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dan berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil di kisaran Rp 16.785 per dolar AS pada Desember 2025.

Cadangan devisa Indonesia tercatat tinggi sebesar USD 150,1 miliar pada November 2025. Sementara itu, kinerja sektor riil terus menguat, tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang berada pada fase ekspansi dengan level 53,3 pada November 2025.

Optimisme konsumen juga terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level 124,0 pada November 2025. Indeks Penjualan Riil pun diperkirakan tumbuh positif sebesar 5,9 persen (yoy) pada periode yang sama.

Eksternal Kuat, Investasi Mengalir

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Pada periode Januari–Oktober 2025, surplus neraca perdagangan mencapai USD 35,88 miliar.

Realisasi investasi sepanjang Januari–September 2025 tercatat sebesar Rp 1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh positif sebesar 7,36 persen (yoy) pada Oktober 2025, mencerminkan dukungan sektor keuangan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Kualitas Pertumbuhan Membaik

Dari sisi kualitas pertumbuhan, berbagai indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 70,59 persen pada Agustus 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus menurun dan tercatat sebesar 4,85 persen. Tingkat kemiskinan nasional juga turun menjadi 8,47 persen pada Maret 2025, sementara kemiskinan ekstrem menyusut menjadi 0,85 persen. Rasio gini ikut membaik ke level 0,375, mencerminkan perbaikan pemerataan pendapatan.

Penciptaan lapangan kerja turut didukung melalui berbagai program pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Alsintan, KIP Kuliah, Kredit Perumahan, Program Padat Karya Tunai, hingga program magang bagi lulusan perguruan tinggi.

Stimulus Ekonomi Berlanjut

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai stimulus dan paket kebijakan ekonomi. Kebijakan tersebut meliputi bantuan pangan, tambahan Bantuan Kartu Sembako, Bantuan Subsidi Upah, BLTS Kesra, diskon transportasi, dukungan bagi industri padat karya, insentif fiskal bagi pekerja dan UMKM, serta percepatan deregulasi dan debottlenecking melalui penyederhanaan regulasi dan integrasi perizinan dalam sistem OSS.

“Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan perekonomian nasional dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdaya saing, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Haryo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *