ABNnews — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyetujui rencana pembenahan angkutan perkotaan (angkot) JakLingko atau Mikrotrans. Langkah pembenahan adalah dengan melatih 1.000 sopir baru.
Program tersebut akan diikuti dengan pelatihan intensif yang difasilitasi oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Menurut Pramono, sebagian besar pramudi Mikrotrans berusia 58 hingga 60 tahun. Sehingga performa perlu dievaluasi.
“Trans-Jakarta akan melakukan pelatihan karena memang JakLingko atau Mikrotrans itu banyak sekali di Jakarta, dan sebagian pengemudinya sudah berusia di atas 58 hingga 60 tahun. Performanya tentu perlu dievaluasi,” ujar Pramono.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, kebijakan pelatihan pramudi baru itu untuk menjaga standar keselamatan, disiplin waktu, dan kualitas layanan bagi warga pengguna transportasi publik.
“Saya menyetujui apa yang dilakukan oleh Mikrotrans untuk melakukan pelatihan kurang lebih 1.000 pengemudi baru. Pelatihan dan seterusnya akan dijalankan secara bertahap,” ungkap eks Sekretaris Kabinet (Seskab) tersebut.
Pramono menjelaskan, pihak Transjakarta akan melakukan pergantian pengemudi tersebut karena sering mendapati keluhan dari penumpang terkait layanan yang didapat saat menumpang JakLingko.
“Kami juga akan melakukan pembenahan untuk JakLingko, karena sering kali keluhannya di JakLingko ini kayak punya mobil sendiri, bawa keluarganya, ngebut dan sebagainya,” ucap Pramono.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari program regenerasi pengemudi JakLingko, yang diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme serta memperkuat ekosistem transportasi terintegrasi di Jakarta.
Trans-Jakarta melalui TJ Academy akan menyiapkan kurikulum pelatihan yang mencakup aspek keselamatan berkendara, pelayanan pelanggan, serta penggunaan sistem pembayaran digital.













