ABNnews – Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bidang Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H Ikhsan Abdullah, SH, MH mengatakan tepat bila portal berita ABNnews mengadopsi dari filsuf pewayangan. Apalagi akronim dari ABN adalah Abiyasa yang artinya cerdas dan bijaksana. Cerdas dan bijaksana memang harus diadopsi oleh berbagai media massa baik lokal maupun nasional.
“Saya kebetulan pengagum filsuf-filsuf, termasuk pewayangan. Jadi, Abiyasa ini selain beliau adalah seorang yang cerdas cerdikiawan, dia juga bijak. Nah, demikian pula, kita dalam menyelenggarakan berita, eksposur berita, itu juga disamping kecerdasan tapi di sisi lain juga harus bijak,” ujar Dr. H Ikhsan Abdullah, SH, MH saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja (Raker) ABNnews.id di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
“Nah ini, saya tambahkan bijak karena begawan Abiyasa ini, beliau adalah kakek-kakeknya dari Pandawa. Abiyasa menurunkan Arjuna dan Raja-Raja Astinapura, yang kemudian disebut sebagai Pandawa. Nah itu jelas ya, Pandawa sangat bijak,” imbuhnya.
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengungkapkan, begawan Abiyasa merupakan sosok yang luar biasa. Oleh karena itu sangat tepat ABNnews yang merupakan kepanjangan dari kata Abiyasa yang cerdas dan bijaksana. Sehingga berita yang dihasilkan dari ABNnews harus cerdas dan bijaksana sebagaimana landasan atau platform media masaa yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Jadi, beliau (Abiyasa) adalah cerdas sebelah kirinya, dan sebelah kanannya bijak. Nah ini sesuai dengan tuntunan Islam. Di dalam kaidah Islam, di dalam surat Al-Hujarat ayat 6, bahwa kita itu harus recheck atau bertabayun, sebelum berita itu diangkat atau dinaikkan. Nah ini artinya sejalan ini, misi dari ABN ini dengan fastadhikul khairat yang ditetapkan di dalam Al-Quran, surat Al-Hujarat ayat 6. Dalam menyampaikan sesuatu itu harus cerdas, bijak dan cekricek. menjadi landasan utama sebuah media seharusnya,” tandasnya.
Semakin Bahaya
Founder IndonesIa Halal Watch (IHW) ini memaparkan, saat ini perkembangan media massa semakin bahaya. Apalagi dengan menghadapi era digital. Karena saat ini berita atau informasi arusnya sangat deras. Dalam jumlah miliaran berita muncul setiap hari atau bahkan hitungannya detik. Sehingga tidak aneh bila kemudian terjadi disruption atau perubahan yang sangat cepat.
“Saya kira perlu ketangguhan yang harus dimiliki agar bisa bertahan. Ini perlu, walaupun kita berdoa,” jelasnya pada raker yang juga diikuti Pemimpin Redaksi ABNNews, Ali Akbar Soleman Batubara.
Pilar Penting
Sementara itu Direktur Utama PT Three R yang menaungi ABNNews.id, DR. H. Handini Wulan, SH, M.Ikom dalam sambutannya pada pembukaan Raker mengatakan, ejarah telah mengajarkan kita bahwa media massa adalah salah satu pilar penting dalam peradaban manusia.
Plato dalam The Republic berkata, “Hē psukhē tou anthrōpou phyetai en tē alētheia” (“Jiwa manusia tumbuh dalam kebenaran”). Media massa, sebagai penyampai kebenaran, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa jiwa-jiwa masyarakat kita terus tumbuh dalam cahaya tersebut.
Dalam khazanah Islam, perintah pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah Iqra’, bacalah! Ayat ini bukan hanya panggilan untuk membaca, tetapi juga seruan untuk memahami, menyampaikan, dan memelihara kebenaran.
“Kita semua di sini adalah bagian dari misi besar itu. Kita bukan sekadar kru media, tetapi pejuang demokrasi. Media massa, sebagaimana yang sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi, adalah benteng terakhir bagi tegaknya keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Peran ini bukan hanya mulia, tetapi juga berat, karena di pundak kita terpikul harapan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur, seimbang, dan berintegritas,” paparnya.
Handini Wulan yang juga Pimpinan Umum ABNNews.id mengingatkan tujuan utama pendirian ABN News, di antaranya, menyampaikan kebenaran. ABN News hadir untuk menjadi suara kebenaran. Di tengah era post-truth, di mana kebohongan sering kali dikemas sebagai fakta, kita harus berdiri teguh.
“Veritas vos liberabit” — Kebenaran akan memerdekakan kita. Dalam menjalankan tugas ini, kita tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga keberanian. Beranilah untuk menyuarakan fakta, bahkan ketika itu tidak populer atau bertentangan dengan arus utama,” paparnya.
ABN juga bertujuan menguatkan Demokrasi Melalui Informasi yang Mencerahkan, menjadi Penggerak Perubahan Positif, bukan hanya pelapor, tetapi juga penggerak.
“Kita ingin menjadi katalis bagi perubahan sosial yang lebih baik. Melalui konten yang kita sajikan, kita ingin menginspirasi, mendorong tindakan, dan membangun kesadaran kolektif akan isu-isu penting yang sering kali terabaikan.
Handini Wulan mengajak seluruh kru ABNNews menjadikan rapat kerja sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan semangat juang kita.
Bagus Iswanto













