banner 728x250

Antisipasi Hantavirus Masuk Indonesia, Thermal Scanner hingga Satu Sehat Siaga di Bandara Soetta

Ilustrasi. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

ABNnews – Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai memasang kuda-kuda menghadapi ancaman Hantavirus. Empat negara kini masuk dalam radar pengawasan ekstra Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) karena teridentifikasi memiliki kasus virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.

Adapun empat negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Pihak otoritas bandara akan melakukan pengetatan bagi setiap penumpang yang datang melalui penerbangan langsung (direct flight) dari wilayah-wilayah tersebut.

Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini. Pengawasan akan lebih intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi virus masuk ke tanah air.

“Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta,” ujar Naning kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Protokol kesehatan bagi penumpang internasional kini diperketat melalui beberapa tahapan. Penumpang diwajibkan mengisi deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat untuk memetakan tingkat risiko kesehatan mereka sebelum mendarat.

Tak hanya itu, petugas juga menyiagakan thermal scanner di terminal kedatangan untuk memantau suhu tubuh secara real-time. “Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu.

Selanjutnya akan ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual,” jelas Naning.

Jika ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala mengarah ke Hantavirus, petugas medis akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter. Jika dinyatakan probable, penumpang tersebut bakal langsung dirujuk ke rumah sakit pusat infeksi menggunakan ambulans khusus yang telah disiapkan.

“Di ambulans penyakit menular ada sistem dekontaminasi sehingga virus, bakteri, atau kuman itu nanti bisa didekontaminasi sehingga tidak terjadi penularan dari orang ke orang lain,” tambahnya.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan biasanya terjadi lewat kontak dengan feses, air liur, atau urin hewan tersebut.

Gejala awalnya menyerupai penyakit flu biasa, seperti kelelahan, demam, nyeri otot, hingga masalah perut. Meski jarang menular antar-manusia, virus ini tidak bisa disepelekan karena dapat memicu penyakit pernapasan yang sangat parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *