ABnnews – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal dan menumbuhkan ekosistem lima program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
APKLI MP menegaskan pengawalan dilakukan demi memastikan seluruh program berjalan bebas korupsi serta efektif memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap jeratan rentenir hingga judi online.
Adapun lima program unggulan yang disoroti meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, dan Rumah Rakyat.
Ketua Umum APKLI MP, Ali Mahsun ATMO, menyampaikan sikap organisasinya dalam acara pelantikan dan rapat kerja DPP APKLI MP bertema “APKLI MP Dukung dan Sukseskan Program Unggulan Presiden Prabowo Subiantho, Wujudkan Ekonomi Nasional Tumbuh 8%” di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
“Yang pertama, kita dukung penuh dengan catatan dilaksanakan secara transparan, tidak ada korupsi, lima program unggulan Presiden Prabowo Subianto. MBG, KDKMP, KNMP, Sekolah Rakyat, dan Rumah Rakyat,” kata Ali.
Ali menilai kelima program tersebut merupakan instrumen krusial dalam memacu pemerataan ekonomi dan mendongkrak daya saing warga, baik di pelosok desa maupun perkotaan.
“KDKMP ini bisa menjadi sarana memutus rantai kemiskinan, praktik ijon, rentenir, hingga jeratan judi online yang selama ini membebani masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo hingga 2029 mendatang harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat kecil lewat terbebasnya mereka dari jerat ekonomi kelam tersebut.
Meski memberikan dukungan penuh, APKLI MP memberikan catatan kritis dan berjanji akan melakukan pengawasan ketat di lapangan.
Ali secara khusus menyentil munculnya insiden kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengindikasikan adanya penyimpangan.
Menurut Ali, program MBG seharusnya tidak sekadar menjadi ajang pemenuhan gizi anak bangsa, tetapi wajib menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat dengan merangkul UMKM dan pedagang lokal.
“APKLI mengedepankan masukan kepada pemerintah agar pelaksanaannya kembali berorientasi pada tujuan tersebut,” tambah Ali.
Dalam kesempatan yang sama, Ali Mahsun ATMO melantik sebanyak 125 Dewan Pengurus DPP APKLI MP untuk masa bakti periode 2026-2031.
Acara tersebut turut diwarnai aksi sosial berupa penyerahan beasiswa pendidikan bagi anak-anak pelaku UMKM dan PKL, dengan rincian tingkat SD sebesar Rp 500 ribu, SMP Rp 600 ribu, dan SMA Rp 750 ribu.
Selain beasiswa, APKLI MP juga mengucurkan bantuan modal usaha sebesar Rp 1 juta untuk masing-masing pedagang kopi keliling dan asongan, serta santunan bagi anak yatim piatu sebesar Rp 250 ribu per anak.












