ABNnews – Misteri menyelimuti penemuan jasad wanita berinisial KDA (19) yang ditemukan tewas dalam kondisi tragis di sebuah kamar kos di Jalan Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar mandi dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia serta leher terjerat baju kaus.
Polisi hingga kini masih memburu sosok pelaku di balik kematian misterius wanita muda tersebut. Penemuan jasad korban berawal pada Kamis (8/10/2026) siang, saat pemilik kos bernama Sundiyah berniat memeriksa kamar yang baru saja disewa oleh seorang pria bernama Daniel.
Menurut Sundiyah, Daniel sejatinya telah menyewa kamar tersebut sejak Selasa (6/10/2026). Namun, usai serah terima kunci pada hari itu, Daniel justru tak pernah kelihatan batang hidungnya.
“Dikarenakan tidak ada kabar dari Saudara Daniel, saksi Sundiyah berniat mengecek kos yang akan ditempati Daniel,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Sebelum sempat masuk, Sundiyah mendapat info mengejutkan dari penghuni kamar sebelah yang mencium aroma tak sedap dari arah dalam kamar tersebut.
“Penghuni kamar kos sebelah menjelaskan bahwa kamar yang akan disewa oleh Saudara Daniel tercium bau tidak sedap,” jelas Made.
Mendengar laporan itu, Sundiyah lantas berkoordinasi dengan saksi bernama Noval. Noval mengusulkan agar pintu kamar segera dibuka menggunakan kunci duplikat dengan didampingi Bhabinkamtibmas atau pengurus RT setempat.
Para saksi kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Pinang Ranti, Aiptu Ragil. Setibanya petugas di lokasi, pintu kamar akhirnya dibuka secara bersama-sama.
“Setelah pintu kamar kos terbuka kemudian dari dalam kamar kos tercium bau tidak sedap serta di kamar mandi ada tergeletak mayat perempuan dengan kondisi terikat,” terangnya.
Petugas dari Unit Reskrim Polsek Makasar langsung meluncur ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit guna proses otopsi.
AKP Made Budi menegaskan bahwa kepolisian tengah bekerja keras menyelidiki kasus ini untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami dugaan tindak kekerasan sebelum tewas.
“Kondisi korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi terikat kaki dan tangan dengan menggunakan tali rafia,” beber Made.
Selain ikatan tali rafia pada tangan dan kaki, polisi menemukan luka bekas penganiayaan pada wajah korban serta jeratan pada bagian leher.
“Muka sebelah kiri mengalami memar serta leher diikat dengan menggunakan baju kaus warna hitam,” pungkasnya.












