ABNnews – Maraknya fenomena judi online (judol) yang menembus angka lebih dari 2,6 juta pemain di Jawa Barat menyita perhatian serius Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menyikapi persoalan finansial dan sosial warga tersebut, Dedi menyiapkan langkah konkret berupa program beasiswa kuliah di ITB hingga jaminan asuransi kesehatan gratis.
Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan, jumlah pemain judol di Jawa Barat mencapai lebih dari 2,6 juta orang sepanjang 2025. Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang tercatat sebagai daerah penyumbang pemain tertinggi di Jabar.
Tak hanya judi online, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2025 menempatkan Jawa Barat di posisi teratas provinsi dengan nilai utang pinjaman online (pinjol) terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp 23,94 triliun sekitar seperempat dari total outstanding pinjol nasional sebesar Rp 96,62 triliun.
Kondisi tersebut membuat KDM mendesak warga agar cerdas mengelola keuangan dan tidak terjebak gaya hidup demi pengakuan sosial.
“Pesan saya adalah seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak menjadi ranking pertama pinjol di Indonesia. Tidak jadi ranking pertama judol di Indonesia. Ya caranya satu, ibu-ibunya, bapak-bapaknya, cerdaslah dalam melakukan keuangan,” tegas Dedi, Jumat (30/10/2026).
Dedi menyoroti kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang rela berutang puluhan juta rupiah demi menggelar pesta hajatan yang melebihi batas kemampuan. Ia mencontohkan temuan langsungnya saat mampir ke sebuah acara pernikahan di Majalengka.
“Saya pergi ke Majalengka, ada orang kawinan saya mampir. Saya pasti nanya, karena saya mah pemimpin lembur. Saya nanya, modal kawin di mana? Dijawab minjem Rp 25 juta. Bayangin, nyicil kumaha isukan,” ujarnya.
Ia meminta warga meninggalkan pola pikir ‘kajeun tekor asal kesohor’ (biar rugi asal gengsi/terkenal) yang berujung pada beban cicilan jangka panjang.
Guna mengurangi beban biaya pendidikan dan mencegah keluarga jatuh miskin hingga mencari utang, Pemprov Jabar tengah merumuskan program beasiswa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya sudah akan menyiapkan lagi sekarang seribu anak Jawa Barat. Saya ingin, saya cita-cita nih. Lagi-lagi saya rumusin, ingin semuanya sekolah di ITB. Dan itu orang-orang miskin. Saya lagi nyiapin konsepnya,” kata Dedi.
Selain sektor pendidikan, Dedi merencanakan pemberian jaminan asuransi kesehatan serta asuransi kecelakaan kerja bagi 5,4 juta warga Jawa Barat pada 2027 mendatang, dengan catatan keuangan daerah tidak mengalami defisit.
“Tahun 2027, semoga kita tidak defisit lagi. 5,4 juta rakyat Jawa Barat mendapat asuransi kecelakaan kerja dan asuransi kesehatan,” lanjutnya.
Dedi menegaskan bahwa jaminan kesehatan dan akses pendidikan merupakan tanggung jawab mutlak negara agar warga tidak perlu menjual aset untuk sekolah atau kehabisan tabungan saat jatuh sakit.
“Tugas negara itu cuma dua. Satu, lindungi rakyat ketika sakit, jangan sampai dia habis hasil usaha puluhan tahunnya untuk bayar rumah sakit. Dua, lindungi rakyat dari pendidikan anak-anaknya. Jangan sampai untuk menyekolahkan anaknya, dia harus jual sawah, jual kembar. Itu tugas negara,” pungkas Dedi.












