ABNnews – Jagat media sosial digegerkan oleh beredarnya rekaman video berdurasi sekitar satu menit yang memperlihatkan aksi tak terpuji seorang pria diduga melakukan penistaan terhadap kitab suci Al-Qur’an di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tlogosari pun mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pemuda bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana dalam berada di sebuah kamar. Sambil memegang mushaf Al-Qur’an berukuran besar, pemuda itu nekat menempelkan kitab suci tersebut ke bagian kemaluannya.
Aksi yang dinilai meresahkan itu ditengarai terjadi di wilayah Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tlogosari, Luqman Erfan, membenarkan bahwa sosok pemuda di dalam video viral tersebut diduga kuat merupakan warga setempat.
“Benar, berdasarkan informasi yang kami terima, pelaku aksi tersebut memang warga Desa Trotosari,” kata Erfan saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026) malam.
Erfan mendesak pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan ini secara tegas dan profesional. Langkah cepat dan tepat dinilai sangat krusial guna meredam emosi warga serta mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri di lapangan.
Sebagai bentuk pengawalan terhadap proses hukum, perwakilan dari GP Ansor, Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), hingga elemen ormas keagamaan lainnya mendatangi Mapolsek Tlogosari.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Intinya, kejadian ini harus segera diproses secara hukum. Jangan sampai masyarakat hilang kesabaran dan bergerak sendiri,” tegas Erfan.
Sementara itu, Kapolsek Tlogosari Iptu Sumanto membenarkan adanya aduan serta laporan dari masyarakat terkait dugaan penistaan agama tersebut. Berdasarkan keterangan awal para pelapor, terduga pelaku merupakan pemuda asal Desa Trotosari.
“Dugaan sementara, berdasarkan keterangan para pelapor ke Mapolsek, terduga pelaku penistaan agama pemuda asal Desa Trotosari,” ujar Sumanto.












