Dorong Industri 4.0, Kemenperin Sulap Teknologi Digital Buat Tanggulangi Bencana Alam!

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen terus mempercepat penerapan transformasi industri 4.0 di tanah air. T

ak sekadar mendongkrak produktivitas dan daya saing manufaktur nasional, pemanfaatan teknologi digital kini diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya mendukung penanggulangan bencana alam dari tahap mitigasi hingga pemulihan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi digital wajib berorientasi pada asas kebermanfaatan. Adopsi teknologi canggih dinilai harus berjalan selaras dengan perubahan mindset digital para pelaku industri.

“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Guna mengakselerasi ekosistem tersebut, Kemenperin menjadikan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai technology and digital hub nasional. Hingga saat ini, PIDI 4.0 telah merangkul sedikitnya 65 mitra strategis dari kalangan industri, penyedia teknologi, asosiasi, hingga perguruan tinggi.

Mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana alam, Menperin menilai potensi besar dalam ekosistem industri 4.0 harus dioptimalkan untuk melahirkan berbagai inovasi teknologi kebencanaan buatan dalam negeri.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Adie Rochmanto Pandiangan menjelaskan, PIDI 4.0 telah menggandeng dua startup lokal yang fokus menciptakan solusi kebencanaan, yakni TechnoGIS asal Sleman, Yogyakarta, dan BATARI Energy asal Cimahi, Jawa Barat.

“Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Adie.

Untuk mempromosikan teknologi buatan anak bangsa sekaligus membuka peluang kerja sama business-to-business (B2B) di tingkat internasional, Kemenperin turut memboyong TechnoGIS dan BATARI Energy ke ajang Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 yang digelar BNPB di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9–12 September 2026.

Secara teknis, TechnoGIS menghadirkan NiVO VTOL untuk pemetaan cepat wilayah terdampak bencana secara real-time. Selain itu, produk Blue Marine Echosounder milik TechnoGIS mampu mengukur kedalaman bawah laut dan mendeteksi jalur patahan guna memitigasi potensi gempa/tsunami serta risiko banjir akibat sedimentasi sungai.

Sementara itu, BATARI Energy fokus menyediakan panel surya dan perangkat energi portabel untuk menyuplai listrik darurat di daerah terdampak bencana.

BATARI Energy juga memproduksi baterai berkapasitas tinggi namun berbobot ringan untuk menyokong pengoperasian pesawat nirawak (drone) pemantau bencana.

Selain kesiapan teknologi, Kemenperin turut memperkuat dukungan melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten.

Melalui satuan pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin, yakni Politeknik APP Jakarta, dibuka Program Studi D3 Manajemen Logistik Industri Elektronika. Jurusan ini difokuskan untuk mencetak tenaga ahli yang paham rantai pasok dan sistem logistik darurat saat bencana terjadi.

“Kementerian Perindustrian terus memperkuat terwujudnya ekosistem kemandirian teknologi kebencanaan, termasuk kesiapan sumber daya manusianya. Harapannya, ke depan Indonesia akan semakin mampu membangun teknologi yang bermanfaat dalam penanganan bencana alam. Bukan sekadar teknologi canggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat,” pangkas Adie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *