ABNnews – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan aktivitas vulkanik ekstrem dengan meletus sebanyak 388 kali dalam kurun waktu 24 jam pada Rabu (10/9/2026).
Rangkaian letusan Dahsyat tersebut tak hanya memicu suara gemuruh, tetapi juga melontarkan lava pijar hingga merayap mendekati kawasan situs budaya kampung adat setempat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi, mengungkapkan bahwa gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terus memuntahkan material erupsi di tengah cuaca cerah dengan tiupan angin sedang hingga kencang ke arah barat dan barat laut.
“Teramati 388 kali letusan dengan tinggi kolom abu 300-600 meter dan warna asap kelabu. Amplitudo 16,6-40 milimeter dan durasi 30-174 detik. Erupsi disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang,” ungkap Imam dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).
Secara visual, kawah gunung menyemburkan asap putih bertekanan lemah hingga sedang dengan intensitas tebal. Selain letusan utama, PGA mengatat adanya 132 kali embusan, 32 tremor non-harmonik, 9 tremor harmonik, serta 11 gempa hibrid/fase banyak.
Saat ini status Gunung Ile Lewotolok bertahan di Level II (Waspada). Pihak PGA mengimbau keras warga maupun wisatawan untuk mengosongkan dan tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius bahaya 2 hingga 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
“Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, dan sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok,” tegas Imam.
Ancaman ini semakin nyata setelah aliran lava dikabarkan sudah menerobos masuk ke area kampung lama Lewohala, Kecamatan Ile Ape Timur. Lava cair bergerak merayap mengikuti cekungan alur kali yang berbatasan langsung dengan bangunan rumah adat.
“Aliran lava sudah masuk kampung lama tetapi dia (lava) ikut jalurnya semacam kali di sebelah timur kampung lama (Lewohala),” ujar Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Ile Ape Timur, Yos Dek.
Dinas terkait menaruh perhatian serius mengingat Kampung Lama Lewohala merupakan situs budaya sakral yang rutin digunakan warga lokal untuk ritual adat pesta kacang setiap tahunnya.
Sementara itu, Petugas PGA Ile Lewotolok lainnya, Yeremias Kristanto, menjelaskan bahwa material lava yang keluar dari kawah akan mengalami proses pendinginan bertahap di permukaan.
“Bagian permukaan terlebih dahulu membeku membentuk kerak, sementara bagian dalam masih dapat mempertahankan suhu tinggi,” pungkas Yeremias.












