ABNnews – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berlanjut hari ini, Rabu (9/9/2026).
Tim SAR gabungan resmi memperluas area penyisiran setelah upaya pencarian di hari pertama belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, membeberkan bahwa penyisiran intensif telah dilakukan sejak laporan diterima, namun keberadaan para korban belum terdeteksi.
“Namun hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Amrad merinci total ada 8 orang yang menjadi fokus pencarian utama, terdiri dari 5 jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Selain itu, terdapat 3 orang awak kapal yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) selaku guide.
“Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya (Rabu) dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi di lapangan,” tegas Amrad.
Proses pencarian udara menggunakan helikopter atau pesawat konvensional hingga kini belum bisa dilakukan akibat tingginya konsentrasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang membahayakan penerbangan.
Sebagai solusinya, Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa pihak Basarnas menyiagakan dua unit pesawat nirawak (drone) bermuatan pemindai suhu tubuh (thermal) yang disiagakan di atas kapal KN SAR Tetuka.
“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” jelas Rizky.
Rizky mengungkapkan, pencarian pada Selasa (8/9) malam sempat dihentikan sementara sekitar pukul 22.00 WIB dan armada KN SAR Tetuka melakukan bersandar (docking) di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, akibat gelombang tinggi serta jarak pandang yang sangat terbatas.
“Aktivitas penyisiran malam dihentikan sementara demi efektivitas dan keselamatan tim,” tambah Rizky.
Peristiwa hilang kontak ini bermula ketika rombongan jurnalis menyewa kapal motor milik warga di Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9).
Kepala Desa Sukajadi, Sandi, menyebut rombongan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dengan skema perjalanan pergi-pulang (PP) untuk meliput aktivitas erupsi.
“Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang tidak ada informasi kembali,” pungkas Sandi.












