Kena Batunya! 2 Pemuda Dihujat Warga dan Diperiksa Polisi Usai Hina Karnaval Kemerdekaan

Dua orang pemuda yang melontarkan ucapan tidak pantas dengan nada penghinaan saat melintasi jalannya acara Karnaval Peringatan HUT RI di Mariana, minta maaf di Polsek Banyuasin I.(Instagram/palembang.update)

ABNnews – Kena batunya! Dua pemuda dihujat warga hingga harus berurusan dengan polisi setelah diduga menghina pelaksanaan Karnaval HUT Ke-81 RI di Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Aksi tidak terpuji tersebut berujung pada kemarahan publik setelah siaran langsung mereka viral di media sosial.

Kedua pemuda itu pun langsung diamankan dan dimintai keterangan oleh penyidik di Polsek Banyuasin I.

Peristiwa ini bermula saat perayaan Karnaval HUT RI tengah berlangsung meriah di kawasan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, pada Senin (17/8/2026).

Saat itu, ruas jalan dipadati oleh peserta parade sekolah dan ribuan warga yang menyaksikan perayaan.

Di saat bersamaan, sebuah mobil yang ditumpangi kedua pemuda melintas di area tersebut. Salah satu pemuda di antaranya diketahui sedang melakukan siaran langsung melalui akun TikTok @Yoncen.

Diduga kesal karena arus lalu lintas tersendat akibat karnaval, keduanya malah melontarkan ujaran kebencian dan kata-kata kasar.

“Nasib niann jauh-jauh lah, i get it bro, karnaval an***, gawe karnaval binatang, kesel nian aku ngalangin kamu tuh,” ucap mereka dalam siaran langsung tersebut.

Potongan video tersebut mendadak viral di TikTok dan Instagram hingga memicu gelombang kritik dari warganet, warga Mariana, hingga tokoh masyarakat.

Mereka menyayangkan perkataan tidak sopan itu dilontarkan di tengah suasana sukacita perayaan Kemerdekaan RI.

Merasa tak terima, sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) setempat melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Polsek Banyuasin I bergerak cepat dengan memanggil serta mengamankan kedua pelaku untuk dimintai keterangan.

Saat mendatangi Polsek Banyuasin I dengan mengenakan kemeja putih, kedua pemuda tersebut langsung disambut sorakan dan amarah warga yang menanti di lokasi.

“Sok ganteng, akhlak gak bagus!” teriak salah seorang warga.

“Tidak guna ganteng kamu!” celetuk warga lainnya.

“Merasa bersalah gak kamu hah,” timpal warga lain. Menghadapi luapan emosi warga, kedua pemuda itu hanya bisa tertunduk, merespons singkat, dan menyampaikan permohonan maaf.

Sebelum menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian, keduanya sempat membuat video klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

Rio, pemuda yang mewakili rekannya, mengakui secara sadar bahwa tindakan mereka merupakan kesalahan besar.

“Cuplikan video live TikTok dari akun @Yoncen yang telah beredar… Dengan ini saya, dan juga mewakili teman saya selaku pemilik akun, mengakui kesalahan kami dan sangat menyesali perbuatan ini. Melalui video ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kegaduhan yang telah kami perbuat,” jelas Rio.

Ia turut meminta maaf kepada masyarakat Mariana, penyelenggara karnaval, peserta, serta ormas yang merasa tersinggung.

“Kami juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya wilayah Mariana, organisasi masyarakat, pihak penyelenggara karnaval, dan para peserta yang terkait, atas sikap kami yang terlalu berlebihan dan tidak mengontrol perkataan, ucapan, dan menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan sopan. Di sini kami tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun. Hal ini murni kesalahan kami pribadi karena tidak menerapkan etika dalam berbicara dan berkata,” tandasnya.

Kedua pemuda tersebut berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga agar lebih bijak dalam bermedia sosial.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penetapan status hukum keduanya usai pemeriksaan di Polsek Banyuasin I.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *