ABNNews— Reuni Akbar ALJIRO SMANSA 2026 di SMAN 1 Semarang, berlangsung semarak, diwarnai semangat persaudaraan, kecintaan kepada almamater, dan kebersamaan.
Pada acara ini sebanyak 4.110 alumni dari 75 angkatan mengikuti kegiatan flashmob. Flashmob tersebut mendapat apresiasi Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor “Falshmob Diikuti Peserta Reuni Alumni Terbanyak”.
Penghargaan Rekor Leprid dianugerahkan kepada Panitia Reuni Akbar dan seluruh Alumni ALJIRO-SMANSA sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan ribuan alumni lintas generasi dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.
Ketua Umum Leprid Paulus Pangka menyampaikan apresiasi kepada Panitia Reuni Akbar dan seluruh Alumni ALJIRO-SMANSA atas terciptanya prestasi tersebut. “Kami memberikan penghargaan ini sebagai prestasi dan hasil kerja bersama panitia dan alumni.
Tercatat tepatnya 4.110 alumni dari 75 angkatan hadir dalam satu kegiatan dan menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Pencatatan Rekor ini tidak sekadar menjadi pencapaian jumlah peserta, tetapi juga menjadi simbol kuatnya hubungan kekeluargaan para alumni,” jelasnya.
Ia mengungkapkan di balik angka 4.110 tersebut terdapat semangat persaudaraan, kecintaan kepada almamater, dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 1 Semarang.
“Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 2026 membuktikan bahwa ikatan alumni lintas generasi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang kreatif, inspiratif, dan mampu menghadirkan kebersamaan dalam jumlah besar,”jelasnya.
Paulus berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah, organisasi alumni, komunitas, dan masyarakat luas untuk terus mengembangkan kegiatan yang memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap almamater.

Tokoh Nasional
Reuni Akbar tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah alumni SMAN 1 Semarang, antara lain Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji (1970) mantan Kapuspom TNI sekaligus Ketua Umum ALJIRO–SMANSA sebelumnya; Prof. Dr. Arief Hidayat (1975) mantan Ketua Mahkamah Konstitusi; Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno (1981) ; Hendrar Prihadi (1990) mantan Wali Kota Semarang; serta Seno Aji (1990) Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
Kehadiran para tokoh lintas angkatan tersebut ikut memberi makna pada semangat “Beyond Nostalgia From School to Nation”. Hendardji mengaku bangga melihat persaudaraan alumni yang terus terjaga, sementara para alumni lainnya hadir untuk ikut merayakan kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa reuni bukan semata mengenang masa sekolah, tetapi juga menyatukan pengalaman dan kontribusi alumni untuk almamater, masyarakat, dan bangsa.
Kebersamaan
Ketua Umum ALJIRO-SMANSA 2026, Koeshartanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme seluruh alumni yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Rekor ini adalah buah dari kebersamaan. Panitia hanyalah fasilitator, sementara keberhasilan kegiatan ini adalah berkat dukungan dan partisipasi seluruh alumni ALJIRO-SMANSA dari 75 angkatan. Kami bersyukur dapat mempertemukan ribuan alumni dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan,”jelasnya.
Menurutnya, pencatatan Rekor Leprid tersebut menjadi kenangan berharga bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Semarang sekaligus menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan para alumni.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap almamater.
“Reuni Akbar ini menjadi momentum untuk mempererat kembali tali persaudaraan seluruh alumni SMAN 1 Semarang. Rekor Leprid ini merupakan kebanggaan kita bersama. Bukan hanya karena jumlah pesertanya mencapai 4.110 alumni, tetapi karena kita mampu menyatukan 75 angkatan dalam satu momentum kebersamaan yang luar biasa,”jelasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tidak berhenti pada kegiatan reuni, tetapi dapat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi almamater, masyarakat, dan bangsa.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana energi kebersamaan ini kita lanjutkan menjadi gerakan yang memberi manfaat,” ujar Koeshartanto.












