ABNnews – Efek minum lebih banyak air pada tekanan darah dalam tubuh dijelaskan oleh Dokter spesialis keluarga terverifikasi Jacinta Anyaoku, M.D., DABOM.
Anyaoku menjelaskan, bagaimana saat orang lain mengalami dehidrasi dan apakah cara meminum air putih dinilai sehat.
“Saat anda mengalami dehidrasi, volume darah dan tekanan darah anda menurun. Tetapi belum tentu dengan cara yang sehat,” kata Anyaoku dalam siaran Eating Well pada Minggu (26/7/2026), dilansir dari Antara.
Anyaoku mengatakan ketika hal itu terjadi, tubuh mencoba mengkompensasi dengan menyempitkan pembuluh darah dan menahan natrium untuk menaikkan kembali tekanan darah.
Seiring waktu, dehidrasi berulang atau kronis dapat memberi tekanan ekstra pada sistem kardiovaskular dan membuatnya lebih sulit untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat.
Sebaliknya, tetap terhidrasi dengan baik dapat membantu menjaga kadar tekanan darah tetap sehat karena hidrasi dapat membantu tubuh mempertahankan volume darah normal dan mendukung sirkulasi yang sehat.
Meminum lebih banyak air dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda, terutama jika sedang mengalami dehidrasi kronis.
Dehidrasi menyebabkan berkurangnya air dan meningkatnya natrium dalam darah. Hal ini memicu pelepasan hormon yang disebut vasopresin, yang bekerja sama dengan ginjal untuk mencoba menahan air.
Vasopresin juga mengencangkan dan menyempitkan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah.
Ketika meminum air, hal itu dapat membantu mengurangi lonjakan tekanan darah, sehingga kadar tekanan darah kembali normal.
“Ketika anda terhidrasi dengan baik, tubuh anda tidak perlu mengaktifkan respons kompensasi yang terjadi ketika mengalami dehidrasi. Ini memungkinkan pembuluh darah berada dalam keadaan yang lebih rileks, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah,” ujarnya.
Minum air yang cukup tidak hanya dapat menurunkan tekanan darah tetapi juga dapat mengurangi risiko terkena hipertensi.
Sebuah studi longitudinal besar yang diterbitkan di Frontiers in Public Health mengikuti orang dewasa selama 9 tahun dan menemukan bahwa orang yang minum enam gelas air putih atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi daripada mereka yang minum satu gelas atau kurang per hari.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara hidrasi dan tekanan darah, minum air yang cukup adalah kebiasaan sederhana yang dapat mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Sementara itu, Ahli gizi Patricia Kolesa M.S., RDN menambahkan tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Banyak faktor, termasuk genetika, diet, aktivitas fisik, dan kebiasaan gaya hidup, berkontribusi terhadap hipertensi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi cenderung kurang terhidrasi, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa hidrasi dapat berperan dalam mendukung tekanan darah yang sehat.
“Dalam jangka panjang, peningkatan asupan cairan dapat membantu meningkatkan ekskresi natrium, yang menurunkan tekanan darah,” kata Kolesa.
Meskipun minum lebih banyak air umumnya mendukung tekanan darah yang sehat, ada situasi tertentu di mana hal itu dapat meningkatkan tekanan darah sementara dan itu sebenarnya bisa bermanfaat.
Misalnya, beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah saat berdiri, yang dapat menyebabkan pusing atau kepala terasa ringan. Meskipun ini dapat terjadi pada siapa saja, hal ini sangat parah pada individu dengan hipotensi ortostatik. Dalam kondisi ini, Tekanan Darah Sistolik (SBP) turun 20 mm Hg atau lebih dan DBP turun 10 mm Hg atau lebih dalam waktu tiga menit setelah berdiri.
Dalam kasus ini, minum 300-500 mililiter (sekitar 2 gelas) air dengan cepat dapat membantu menaikkan kembali tekanan darah. Efek sementara yang sama dapat terjadi pada individu sehat, karena minum air dengan cepat dapat menyebabkan sedikit peningkatan tekanan darah.
Hal ini terjadi karena minum air meningkatkan volume darah, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah. Alasan lainnya yakni menelan air dengan cepat merangsang sistem saraf simpatik yang menyebabkan respons “lawan atau lari” tubuh yang dapat menciptakan serangkaian peristiwa dalam tubuh yang meliputi penyempitan pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan darah.












