Fakta di Balik Video TNI Dobrak Pintu Kantor Bupati Intan Jaya: Kejadian 2021 Ditumpangi Narasi Hoaks!

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna (ANTARA/Ho-Koops Habema)

ABNnews — Komando Operasi (Koops) TNI Habema membongkar fakta di balik beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi prajurit TNI mendobrak pintu Kantor Bupati Intan Jaya, Papua Tengah.

Pihak TNI menegaskan bahwa rekaman tersebut merupakan dokumentasi lama tahun 2021 yang sengaja ditumpangi narasi hoaks terkait dugaan penjarahan komputer.

Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi mendalam, narasi pencurian yang menyertai video tersebut dipastikan sama sekali tidak benar.

“Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta,” ujar Wirya ddikutip Antara Senin (27/7/2026).

Wirya membeberkan bahwa video yang diunggah oleh beberapa akun media sosial salah satunya akun Instagram @kata_rakyat—merupakan dokumentasi kegiatan pemeriksaan keamanan oleh Satgas Yonif 501/BY pada tahun 2021 lalu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan atas permintaan resmi salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Intan Jaya. Adapun aksi pendobrakan pintu terpaksa dilakukan personel semata-mata karena ruangan dalam kondisi terkunci dan tidak dapat diakses.

“Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang,” jelas Wirya.

Wirya juga menambahkan bahwa persoalan fasilitas pintu yang rusak pada tahun 2021 tersebut telah diselesaikan secara damai dan musyawarah oleh Danrem 173/PVB saat itu, Brigjen TNI Taufan Gestoro, bersama Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni.

Mengenai insiden dugaan pembobolan dan pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya yang dilaporkan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya pada Jumat (24/7/2026), Wirya menegaskan bahwa peristiwa itu tidak ada sangkut pautnya dengan TNI maupun video dokumentasi tahun 2021. Kasus tindak pidana terbaru itu kini tengah ditangani penuh oleh pihak kepolisian.

“Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan. Peristiwa pada Jumat itu masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya,” tegas Wirya.

Atas maraknya disinformasi tersebut, Koops TNI Habema mengimbau masyarakat agar senantiasa kritis dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang belum teruji kebenarannya di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *