Di Ipoh, Malaysia Din Syamsuddin: Pendidikan di Dunia Islam Mengalami Kemunduran Serius

Nadzar Lendi

Konperensi Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Perak, Malaysia, 21-23 Juli, 2026

ABNnews – Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menyimpulkan, pendidikan di berbagai negara Islam di dunia mengalami kemunduran yang serius. Keadaan demikian menyebabkan Dunia Islam menempati posisi inferior dalam persaingan global dan belum mampu membangkitkan peradaban Islam.

Hal itu dikatakan Din Syamsuddin pada Konperensi Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Perak, Malaysia, 21-23 Juli, 2026. Konperensi diikuti sekitar 300 peserta mengundang sebagai pembicara cendekiawan dari mancanegara.

Dari Indonesia, selain Din Syamsuddin juga hadir Dr. Fachruddin Mangunjaya dari Universitas Nasional, Jakarta.

Menurut Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu, agenda mendesak adalah revitalisasi pendidikan Islam yakni dengan menemukan kembali elan-vital peradaban Islam yg pernah berjaya pada abad-abad pertengahan.

“Peradaban Islam waktu itu berbasis ilmu pengetahuan. Oleh karena itu revitalisasi pendidikan Islam perlu dilakukan dengan kontekstualisasi selain terhadap realitas kekinian, juga terhadap kejayaan masa lampau dengan berorientasi ke masa depan,” paparnya.

Ketika ditanya moderator tentang keberhasilan Muhammadiyah sebagai gerakan pendidikan, Din Syamsuddin yang diundang sebagai Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, menjelaskan, orientasi pendidikan Muhammadiyah adalah pencerahan. Pencerahan ini dilakukan melalui tahapan-tahapan pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan potensi-potensi insani.

Dalam kaitan ini, lanjut Din, pendidikan diharapkan berfungsi instrumental untuk memajukan peradaban yaitu melakui tersedianya Sumber Daya Insani yang bermutu.

Selain itu, kata Din yang sekarang menjabat Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, pendidikan Muhammadiyah bersifat inklusif yakni pendidikan bagi semua. Hasilnya, sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah di beberapa daerah minoritas Muslim memiliki siswa dan mahasiswa mayoritas non Muslim.

“Orientasi kemanusiaan pendidikan Muhammadiyah ini merupakan manifestasi dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta),” ujarnya.

Dalam perspektif demikian, peradaban utama yang dicita-citakan melalui pendidikan bersifat global atau mondial, menbawa kemaslahatan seluruh umat manusia.

Revitalisasi Pendidikan

Pada bagian lain presentasinya, dalam rangka revitalisasi pendidikan Islam, Din Syamsuddin mengingatkan masalah dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yg masih melanda pendidikan Islam harus segera diatasi.

“Alhamdulillah, sudah mulai ada solusi yakni dengan melakukan integrasi keilmuan, seperti yang dilakukan Malaysia dengan membagi ilmu pengetahuan kepada ilmu kewahyuan dan ilmu keaqlian (berdasarkan akal pikiran)” ungkapnya.

Namun, menurut Pengasuh Pesantren Moderen Internasional Dea Malela ini, integrasi ilmu pengetahuan (antara ilmu pengetahuan agama, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial) perlu dilakukan pada tataran substansi dari ketiga rumpun ilmu pengetahuan tersebut.

Substansiasi demikian akan melahirkan wawasan keterpaduan sejati sehingga pada dasarnya tidak perbedaan apalagi pertentangan antara semua ilmu pengetahuan yang sesungguhnya berasal dari Sang Pencipta Allah SWT. Itulah yg dipraktekkan di PMI Dea Malela, Sumbawa, yang diasuh Din Syamsuddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *