ABNnews – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo (M) 7,2 menghantam ibu kota Venezuela, Caracas, pada Rabu (24/6) sore waktu setempat.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan guncangan hebat ini berpotensi memicu kerusakan meluas dan menyebabkan korban tewas ambruk dalam skala besar hingga menembus angka 100.000 orang.
“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini kemungkinan meluas,” demikian pernyataan resmi USGS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026).
Melalui pemodelan dampak bencana, USGS memperkirakan jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan berpotensi berkisar antara 10.000 hingga 100.000 orang.
Kendati demikian, hingga saat ini pemerintah pusat Venezuela belum merilis laporan resmi mengenai total korban jiwa atau luka-luka.
Kondisi di lapangan pasca-gempa dilaporkan sangat mencekam. Guncangan kuat membuat rumah-rumah warga dan gedung bertingkat langsung roboh.
Otoritas penanggulangan bencana kini tengah berpacu dengan waktu karena diduga masih banyak warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menyatakan seluruh aparat keamanan dan tim penyelamat sudah diterjunkan penuh ke titik-titik lokasi parah.
“Ada bangunan, rumah, dan tempat tinggal yang runtuh. Kami sedang menangani semuanya dengan segala yang kami miliki dalam hal keamanan, bantuan sipil. Dinas pemadam kebakaran dan polisi semuanya telah diaktifkan,” tegas Cabello.
Dampak kerusakan fatal salah satunya terlihat di wilayah Caracas timur. Wali Kota Gustavo Duque mengonfirmasi bahwa ada dua bangunan besar yang runtuh total akibat hantaman gempa tersebut.
Duque juga melaporkan bahwa belasan orang terkonfirmasi luka-luka dan terdapat korban jiwa di wilayahnya, meski ia belum merinci angka pasti korban yang meninggal dunia.
“Dua bangunan runtuh, 16 orang terluka dan ada korban jiwa. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” cetus Duque.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban selamat masih terus berjalan masif di tengah bayang-bayang ancaman gempa susulan.












