ABNnews – Proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama berjalan lancar, di mana secara kumulatif kini sudah ada 129 ribu orang jemaah dan petugas yang tiba kembali di Tanah Air dengan selamat.
Seiring dengan kepulangan ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak seluruh jemaah untuk menjaga semangat kemabruran dan mulai menebarkan manfaat yang lebih luas di lingkungan masing-masing.
Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (20/6), tercatat sebanyak 329 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Indonesia. Angka tersebut terdiri dari 127.709 jemaah dan 1.316 petugas, sehingga ditotal ada 129.025 orang yang sudah menginjakkan kaki kembali di rumah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual yang dipupuk selama di Tanah Suci mulai dari kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, hingga keikhlasan harus terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sekembalinya dari ibadah haji.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria di Makkah, Sabtu (20/6/2026).
Di samping itu, Kemenhaj turut melayangkan apresiasi tinggi kepada para jemaah yang telah menunjukkan kepatuhan luar biasa selama proses pemulangan.
Salah satunya adalah ketertiban jemaah yang mengikuti aturan ketat untuk tidak nekat menyelundupkan air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin pesawat.
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper,” terang Maria secara mendetail.
Kendati demikian, Maria juga mewanti-wanti jemaah agar jangan sampai terlena oleh euforia gembira bisa segera bertemu keluarga.
Ia meminta jemaah untuk ekstra ketat menjaga dokumen perjalanan penting seperti paspor, kartu identitas haji, dan boarding pass. Dokumen-dokumen ini dilarang keras dititipkan kepada pihak luar yang tidak berkepentingan.
Jemaah pun diimbau memeriksa kembali koper, tas kabin, serta barang bawaan lainnya sebelum meninggalkan hotel, bus, maupun area bandara. Pastikan semua barang sudah terpasang identitas yang jelas agar tidak tertukar.
Hingga Sabtu, 20 Juni 2026, arus kepulangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, tercatat mencapai 267 kloter. Jumlah ini mengangkut 103.687 jemaah dan 1.066 petugas, dengan total pemulangan mencapai 104.753 orang.
Sementara itu, untuk pergerakan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, tercatat ada 70 kloter yang sudah diberangkatkan dengan membawa 26.898 jemaah dan 281 petugas (total keseluruhan 27.179 orang).
Di sisi lain, pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah masih terus bergulir. Hingga hari ini, sebanyak 226 kloter yang terdiri atas 86.592 jemaah dan 904 petugas (total 87.496 orang) telah diberangkatkan. Adapun untuk lini jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia saat ini berjumlah 15.802 orang.
Menutup keterangannya, Maria menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen PPIH, tenaga kesehatan, hingga Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas sinergi luar biasa dalam menyukseskan operasional ibadah haji 1447 H/2026 M.
“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.












