Perkuat Kemitraan Energi di Tengah Gejolak Global, Indonesia-Kuwait Sepakat Genjot Investasi Migas

Menko Airlangga saat menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin, di Jakarta, Rabu (17/06).

ABNnews – Pemerintah Indonesia dan Kuwait sepakat untuk memperkuat kemitraan energi di tengah gejolak global dengan menggenjot investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen bersama kedua negara dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah hantaman ketidakpastian geopolitik dunia.

Kemitraan yang kian erat ini menjadi fondasi penting bagi kedua negara yang telah membina hubungan diplomatik harmonis selama lebih dari lima dekade.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa hubungan bilateral yang kuat ini menjadi modal berharga untuk memperluas ekspansi bisnis dan perdagangan ke depan.

“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” ungkap Menko Airlangga usai menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Alyassin, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data terbaru, tren hubungan dagang kedua negara menunjukkan performa yang sangat positif. Pada tahun 2025, total nilai perdagangan Indonesia-Kuwait berhasil mengerek kenaikan sebesar 10,69% menjadi USD 606 juta, dibandingkan perolehan tahun 2024 yang bertengger di angka USD 547,5 juta.

Lonjakan signifikan juga terjadi pada sektor investasi. Nilai investasi Kuwait di Indonesia melesat tajam dari USD 290 ribu pada tahun 2024 menjadi USD 1,2 juta pada tahun 2025, di mana porsi terbesar didominasi oleh proyek-proyek bermutu di sektor migas.

Pertemuan Airlangga dan Dubes Khalid ini merupakan kelanjutan dari interaksi resmi kedua tokoh, setelah sebelumnya sempat bertatap muka dalam agenda penyerahan Letter of Credence Dubes Khalid kepada Presiden Prabowo Subianto pada November 2025 silam.

Dalam diskusi kali ini, porsi eksplorasi migas menjadi sorotan utama. Tercatat, perusahaan migas raksasa Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) kini telah terlibat aktif dalam 8 kegiatan eksplorasi migas di tanah air, yang tersebar di Pulau Buton, Laut Natuna, hingga Kalimantan Timur. Selain itu, Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga tengah getol mengeksekusi eksplorasi di blok wilayah Anambas.

Kerja sama gurih di sektor energi ini sejatinya telah dipayungi oleh payung hukum kokoh berupa MoU Kerja Sama Migas dan Petrokimia sejak tahun 2019. Kemitraan komprehensif ini juga diperkuat oleh deretan kesepakatan lain seperti MoU Pembentukan Komisi Bersama, serta MoU Kerja Sama Ekonomi, Teknik, dan Perdagangan yang diinisiasi sejak 2007.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi,” puji Duta Besar Khalid.

Menutup pertemuan tersebut, Menko Airlangga dan Dubes Khalid menegaskan komitmen bersama untuk mengawal ketat implementasi seluruh MoU agar mampu memberikan keuntungan optimal bagi ketahanan energi nasional.

Tak hanya itu, kedua pihak juga bersepakat mendorong percepatan penyelesaian negosiasi kerja sama dagang regional lewat Indonesia-GCC (Gulf Cooperation Council) Free Trade Agreement, yang ditargetkan bisa rampung dan ditandatangani bersama pada akhir tahun 2026 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *