banner 728x250

Gandeng AdMedika, AirNav Indonesia Luncurkan Layanan Kesehatan Tanpa Duit Tunai

Foto dok AirNav Indonesia

ABNnews – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia resmi melakukan gebrakan baru dalam pemenuhan hak karyawannya.

Guna mendongkrak kualitas layanan medis di lingkungan internal, AirNav resmi menggandeng PT Administrasi Medika (AdMedika) untuk meluncurkan sistem pelayanan kesehatan modern tanpa duit tunai alias cashless.

Langkah taktis ini diluncurkan secara resmi di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, pada Rabu (10/6/2026). Melalui skema Administration Services Only (ASO), terobosan ini difokuskan untuk memudahkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi para karyawan beserta keluarganya, terutama bagi mereka yang bertugas menjaga ruang udara di wilayah terpencil atau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, menjelaskan bahwa pengimplementasian layanan ASO merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.

”Implementasi ASO ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh penerima manfaat, yaitu karyawan. Ini adalah mekanisme pengelolaan manfaat kesehatan, di mana pendanaan disediakan oleh perusahaan. Jadi, ini berbeda dengan konsep asuransi. Melalui mekanisme ini, kami dealing secara langsung dengan pihak rumah sakit. Namun secara administratif dikelola oleh AdMedika,” ungkap Didiet dalam sambutannya.

Secara teknis, AirNav memikul tanggung jawab besar dalam mengelola kesehatan internalnya. Saat ini, tercatat ada 4.758 karyawan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Namun secara aktual, total penerima manfaat kesehatan yang wajib ditanggung korporasi mencapai berkisar 13 ribu hingga 14 ribu orang, yang terdiri dari karyawan, istri, dan tiga anak.

”Ini yang secara mutlak harus diberikan layanan kesehatan secara maksimal oleh perusahaan, di mana pun mereka berada, agar karyawan senantiasa dapat mendukung keberlangsungan operasional perusahaan menjalankan layanan navigasi penerbangan selama 24 jam setiap hari,” tegas Didiet.

Sebelum skema cashless ini diketuk palu, para karyawan AirNav sering kali dihadapkan pada situasi pelik saat jatuh sakit. Pada sejumlah kondisi, mereka terpaksa harus mengeluarkan dana tunai dari kantong pribadi terlebih dahulu untuk membayar jasa rumah sakit atau fasilitas kesehatan, lalu kemudian mengajukan penggantian biaya (reimburse) ke perusahaan.

Metode konvensional ini kerap memicu kendala pelik, terutama di wilayah terpencil. Pasalnya, menarik atau mendapatkan uang tunai dalam jumlah besar di daerah pelosok tidak semudah membalikkan telapak tangan layaknya di kawasan kota besar.

”Pada daerah terpencil, di Papua contohnya, karyawan mengalami kesulitan tersendiri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal. Terlebih untuk pengimplementasian sistem reimburse, di mana karyawan harus melakukan pembayaran terlebih dahulu untuk layanan yang mereka terima. Ini menjadi tidak efektif dan karyawan cukup kesulitan, karena mereka tidak setiap saat membawa dana tunai dengan jumlah tertentu untuk membayar dokter atau membeli obat-obatan, apalagi dengan jumlah yang besar. Dengan ASO, karyawan tidak lagi harus melakukan pembayaran secara langsung,” beber Didiet panjang lebar.

Lewat sentuhan skema ASO yang baru diluncurkan ini, karyawan tinggal datang ke fasilitas kesehatan rekanan tanpa perlu memikirkan dompet. Di sisi lain, pengelolaan dana kesehatan korporasi juga diklaim bakal jauh lebih efisien.

AirNav tidak perlu boncos membayar premi berkala seperti sistem asuransi biasa, melainkan hanya menggelontorkan dana jaminan kesehatan sesuai dengan kebutuhan riil karyawannya di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama AdMedika, Dian Prambini, ikut merinci kemudahan teknologi yang dibawa dalam kerja sama ini. Melalui layanan AdClaim serta aplikasi MyAdMedika, para karyawan AirNav dapat dengan mudah mengakses pelbagai manfaat medis secara digital dalam satu platform, mulai dari rawat jalan, rawat inap, pengajuan klaim, hingga layanan telemedicine.

Terobosan berani manajemen AirNav ini pun langsung diganjar apresiasi positif dari jajaran internal. Anggota Dewan Pengawas AirNav Indonesia, Daryatmo, menyoroti bahwa mekanisme ASO tidak sekadar memanjakan karyawan dengan kemudahan akses nontunai, tetapi juga memegang misi krusial untuk menutup rapat celah kecurangan (fraud) maupun penyalahgunaan anggaran fasilitas kesehatan.

”Kami berharap akan ada efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan biaya kesehatan oleh perusahaan. Serta tentunya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi karyawan dan keluarganya di mana pun mereka berada. Sehingga secara korporasi, AirNav Indonesia dapat memberikan pelayanan terbaiknya dalam mengelola navigasi penerbangan nasional,” pungkas Daryatmo optimistis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *