banner 728x250

Prabowo Rombak Pimpinan BGN hingga Lantik Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus di Istana

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus melantik Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). (KOMPAS.com/Rahel)

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus melantik Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Nanik S. Deyang resmi dilantik sebagai Kepala BGN yang baru bersama jajaran wakilnya, sementara Presiden KSPI Said Iqbal didapuk sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026. Keppres tersebut mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional serta pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Lewat pelantikan ini, Nanik S. Deyang yang sebelumnya merupakan Wakil Kepala BGN resmi naik takhta menggantikan Dadan Hindayana. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari (mantan Wakil Kepala BPKP) dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono (mantan Wadirut PT Agrinas Pangan Nusantara), menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya.

Upacara pelantikan sakral tersebut bergulir tepat pada pukul 16.30 WIB dengan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Nanik, Agustina, dan Trenggono berdiri tegap di hadapan Kepala Negara dengan didampingi rohaniwan saat mengucapkan sumpah jabatan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Presiden Prabowo mendiktekan sumpah yang langsung diikuti secara kompak oleh ketiganya.

Selepas pengucapan sumpah, Nanik langsung menandatangani berita acara pelantikan di bawah tatapan langsung Presiden Prabowo, yang kemudian disusul tandatangan oleh Kepala Negara sendiri.

Selain merombak lini pimpinan BGN, dalam kesempatan yang sama Presiden Prabowo juga menarik tokoh buruh nasional ke lingkaran dalam Istana.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, resmi diangkat menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Sejumlah pejabat teras dan elite politik tampak merapatkan barisan menghadiri upacara pelantikan ini. Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rombakan besar-besaran di tubuh Badan Gizi Nasional ini sejatinya telah bergulir sejak Selasa (2/6), saat Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya dari jabatannya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membeberkan bahwa pencopotan dan pergantian estafet kepemimpinan ini didasari atas hasil monitoring serta evaluasi ketat yang dilakukan pemerintah terhadap jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama kurang lebih satu setengah tahun belakangan.

Langkah tegas pembersihan ini kian diperkuat setelah pada Rabu (3/6) lalu, Korps Adhyaksa resmi menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, beserta mantan jajannnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka. Ketiganya dijerat Kejaksaan Agung atas dugaan kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *