banner 728x250

Stasiun Karet dan BNI City Bakal Digabung Akhir Tahun Ini, KAI Siapkan Fasilitas ala Bandara

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin (Foto dok PT KAI)

ABNnews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan rencana penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City bakal segera terealisasi pada akhir tahun ini.

Demi memanjakan para penumpang, KAI tengah bersiap membangun dan menyulut infrastruktur penunjang dengan fasilitas premium ala bandara internasional.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, membeberkan bahwa proyek integrasi dua stasiun di jantung ibu kota ini sempat meleset dari target awal yang sedianya dicanangkan rampung pada Desember 2025 lalu.

Kini, manajemen KAI memasang target baru dan optimistis megaproyek ini bisa dinikmati pengguna sekitar bulan November atau Desember 2026.

“Segera tahun ini, pokoknya kita bikin akan senyaman mungkin. Kita lihat akhir tahun, November, Desember,” ungkap Bobby saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Fasilitas ala bandara yang dimaksud Bobby adalah pembangunan travelator alias eskalator datar. Fasilitas ini nantinya akan menjadi penghubung utama yang krusial agar pergerakan penumpang yang berpindah antarmoda menjadi jauh lebih efisien dan ramah pejalan kaki.

Langkah ini diambil sebagai komitmen KAI untuk terus mendongkrak standardisasi pelayanan dan kenyamanan bagi para kaum komuter di wilayah metropolitan.

“Pokoknya pelanggan di Jabodetabek itu akan kita bikin senyaman mungkin. Travelator kita bikin itu, kayak di bandara-bandara gitu lah,” tuturnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bobby sempat memaparkan alasan mendasar di balik keputusan peleburan kedua stasiun operasional tersebut. Faktor utamanya adalah letak geografis kedua stasiun yang terlampau mepet, di mana jarak bentangan jalurnya tercatat hanya berkisar 150 meter saja.

Jarak yang terlampau pendek ini dinilai berisiko tinggi bagi operasional perjalanan kereta api. Kondisi tersebut memaksa rangkaian kereta yang baru saja melaju dari satu stasiun harus langsung melakukan pengereman kembali dalam waktu singkat untuk berhenti di stasiun berikutnya.

“Jadi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi,” beber Bobby saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Terkait teknis operasional ke depan, fungsi Stasiun Karet dipastikan bakal mengalami pergeseran. Bangunan Stasiun Karet nantinya tidak lagi melayani transaksi tiket, melainkan akan diubah dan ditata ulang menjadi area selasar penghubung panjang yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang travelator.

Masyarakat pun diimbau tidak perlu bingung mengenai akses masuk pertiketan. Sebab, seluruh aktivitas transaksi tiket elekronik, baik untuk melakukan tap in maupun tap out, nantinya akan dipusatkan sepenuhnya di gerbang bangunan Stasiun BNI City.

“Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar gitu ya. Demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator. Jadi semua nanti, gate-in dan gate-out-nya itu ada di Stasiun BNI City,” pungkas Bobby.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *