banner 728x250

Prabowo di KTT ASEAN Cebu: Soroti Nasib Aung San Suu Kyi hingga Isu ‘Panas’ Perbatasan

Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu,  Filipina. (Foto: BPMI Setpres)

ABNnews – Presiden RI Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu krusial mulai dari krisis Myanmar hingga sengketa perbatasan menjadi sorotan utama.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, para pemimpin ASEAN membahas secara mendalam perkembangan terbaru di Myanmar pasca-pemilu. Indonesia secara tegas meminta agar proses politik di negara tersebut berjalan inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

Dalam sesi pertemuan, Indonesia menyoroti sejumlah gesture positif dari pemerintahan baru Myanmar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembebasan ribuan tahanan politik serta perubahan status tokoh demokrasi, Aung San Suu Kyi.

“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai perlu diapresiasi, yaitu di antaranya pembebasan sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,” ujar Menlu Sugiono kepada awak media, Sabtu (9/5/2026).

Meski ada perkembangan positif, Indonesia tetap menekankan pentingnya implementasi five point consensus sebagai pijakan utama penyelesaian krisis.

Sugiono menyebut negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk terus mendampingi Myanmar agar bisa menemukan jalan keluar secara mandiri untuk memperbaiki situasi negaranya.

Tak hanya soal Myanmar, Presiden Prabowo juga memberikan pandangan terkait ketegangan perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Prabowo meminta agar perbedaan legal tidak menjadi penghalang untuk menjalin kerja sama yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara.

“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan yang kemudian bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan rakyat negara masing-masing,” tutur Sugiono mengutip pandangan Presiden Prabowo.

Pendekatan dialog dan negosiasi ini menjadi prinsip dasar yang terus diusung Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo dalam mengelola isu-isu kawasan. Indonesia berkomitmen mencari solusi bersama demi menciptakan kawasan Asia Tenggara yang lebih stabil dan sejahtera.

“Seperti juga yang kita lakukan, kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait dengan permasalahan-permasalahan di perbatasan, dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” pungkas Sugiono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *