ABNnews – Penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat memasuki babak baru yang kian memanas.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat menerobos malam dengan menggeledah kediaman Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) malam.
Penggeledahan paksa ini berujung pada penyegelan sejumlah aset berupa koleksi mobil mewah milik sang wamen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim lembaga antirasuah merampungkan operasi senyap tersebut menjelang tengah malam, tepatnya sekitar pukul 00.03 WIB dini hari. Awalnya, tiga mobil yang membawa tim penyidik KPK diperbolehkan masuk ke dalam pekarangan rumah Silmy.
Saat pintu garasi rumah tersebut terbuka lebar, terlihat jelas pemandangan mencolok di mana koleksi mobil mewah yang diduga milik Silmy Karim telah dipasangi stiker penyegelan berwarna merah-hitam khas KPK.
Setidaknya ada dua unit kendaraan roda empat kelas premium yang dipasangi segel oleh penyidik di lokasi. Kendaraan pertama merupakan mobil mewah dua pintu (sport car) berkelir silver, sementara satu unit mobil mewah lainnya berwarna hitam.
Di sudut dinding garasi yang sama, tampak pula beberapa unit sepeda yang tergantung rapi di tembok.
Seusai mengobrak-abrik isi rumah dan menyegel kendaraan mewah tersebut, para penyidik KPK bergegas keluar. Mereka langsung masuk ke dalam tiga unit mobil Toyota Innova hitam dan tancap gas meninggalkan area rumah Silmy Karim tanpa bersedia memberikan keterangan sepotong pun kepada awak media yang telah menyemut di depan pintu pagar.
Aksi penggeledahan rumah ini bergulir hanya berselang beberapa jam setelah Silmy Karim kedapatan menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6) malam.
Langkah Silmy mendatangi markas lembaga antikorupsi tersebut dilakukan lantaran dirinya tengah diburu oleh tim penindakan KPK terkait buntut kasus OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar).
Silmy terpantau tiba di pelataran Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 22.38 WIB dengan mengenakan kemeja batik bernuansa coklat. Kedatangan Wamen Imipas ini pun langsung memicu situasi riuh di pelataran gedung.
Silmy yang datang dengan dikawal ketat oleh sekitar tiga orang ajudannya langsung dikepung oleh awak media yang sudah bersiaga sejak lama.
Kericuhan kecil berupa aksi saling dorong bahkan sempat pecah antara para ajudan Silmy Karim dan para jurnalis yang mencoba merangsek maju untuk meminta konfirmasi.













