banner 728x250

Usai Dicopot Prabowo, Eks Pimpinan BGN Diam-diam Berada di Kejagung Sejak Subuh

Dadan Hindayana (Foto Istimewa)

ABNnews – Eskalasi di Gedung Bundar kian memanas pasca-perombakan massal di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua eks wakilnya dilaporkan diam-diam sudah berada di Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak subuh atau dini hari tadi, Rabu (3/6/2026), guna bersiap menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal di Kejagung, Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, kini tengah disiapkan tim dokter khusus.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi prosedur wajib korps adhiyaksa untuk memastikan ketiganya dalam kondisi siap sebelum dikuliti oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Kendati demikian, pihak Kejagung masih memilih untuk irit bicara dan belum memberikan penjelasan resmi mengenai pemeriksaan tersebut. Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mochamad Jeffry, belum merespons pertanyaan yang dilayangkan awak media.

Meski begitu, Jeffry melemparkan sinyal kuat bahwa Kejagung bakal menggelar jumpa pers resmi mengenai detail penanganan kasus ini pada sore atau malam nanti.

Tak hanya memeriksa para mantan petinggi, tim penyidik Jampidsus juga bergerak melakukan penetrasi ke lapangan.

Jeffry membenarkan bahwa gerombolan penyidik Kejagung telah mengepung dan menggeledah kantor BGN yang berlokasi di Jakarta Pusat sejak Rabu pagi.

Sederet dokumen penting dan barang-barang yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana menjadi fokus utama pencarian penyidik dalam operasi yang berlangsung sejak matahari terbit tersebut.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di Kantor BGN,” konfirmasi Jeffry singkat.

Perkembangan kilat di Kejaksaan Agung ini bergulir tepat hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mendepak jajaran pimpinan BGN. Pengumuman pergantian tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Dalam keputusan ekstrem tersebut, Dadan Hindayana resmi diberhentikan dari kursi nomor satu BGN. Langkah ‘pembersihan’ ini juga menyeret dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, keluar dari jajaran lembaga pengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Prasetyo Hadi membeberkan bahwa titah tegas dari Presiden Prabowo ini didasarkan pada hasil evaluasi berkala yang sangat ketat terhadap kinerja BGN.

Menurutnya, karena BGN memegang peran krusial dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat, Istana menuntut adanya tata kelola yang kuat dan bersih.

Masukan-masukan miring diduga telah dikantongi Kepala Negara dari pemantauan kementerian terkait, laporan masyarakat, hingga para penerima manfaat program di lapangan.

Evaluasi senyap itu disebut-sebut telah berjalan selama hampir satu setengah tahun terakhir, hingga akhirnya berujung pada pencopotan jabatan dan berlanjut ke ranah hukum di Kejagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *