ABNnews – Kiprahnya di dunia audit investigasi dan pembongkaran kasus korupsi kakap tak perlu diragukan lagi. Sosok Agustina Arumsari, auditor senior yang pernah terlibat langsung dalam penghitungan kerugian negara pada kasus megakorupsi tata niaga timah 2024, kini resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan, pelantikan Agustina yang menggantikan posisi Lodewijk Pusung ini digelar pada Selasa (2/6/2026) malam. Langkah kilat penunjukan srikandi keuangan ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Pemerintah sengaja memboyongnya ke BGN untuk memperketat tata kelola, sistem pengawasan, hingga akuntabilitas anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lantas, seperti apa rekam jejak dan profil matang dari pilihan anyar Presiden Prabowo ini?
Agustina Arumsari bukanlah orang baru di lingkaran pengawasan keuangan negara. Sebelum berlabuh di Badan Gizi Nasional,
ia memegang jabatan mentereng sebagai Wakil Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Nama Agustina sejatinya sudah mencatatkan sejarah tebal pada Februari 2025 lalu. Kala itu, dirinya dilantik langsung oleh Presiden Prabowo sebagai Wakil Kepala BPKP pertama sepanjang sejarah sejak lembaga auditor internal pemerintah tersebut didirikan pada tahun 1983.
Agustina merupakan potret birokrat karier tulen yang merangkak dari bawah di internal BPKP. Ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat.
Berkat ketajaman analisisnya, ia dipercaya menduduki berbagai pos strategis intelijen keuangan, mulai dari Direktur Investigasi BUMN dan BUMD (2017), Direktur Investigasi III (2019), hingga menduduki kursi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada periode 2020–2025.
Ketangguhan Agustina di sektor manajemen risiko disokong kuat oleh latar belakang pendidikannya. Ia merupakan alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang menyelesaikan program Diploma III pada 1992 dan Diploma IV pada 1998. Ilmu hukumnya pun diperdalam lewat kelulusan Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014.
Tak hanya itu, lemari prestasinya berderet penuh dengan rentetan sertifikasi profesional berbobot internasional yang membuktikan keahliannya di bidang pembongkaran fraud (kecurangan) dan audit forensik.
Ia mengantongi gelar Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), hingga Certified Internal Audit Executive (CIAE). Di sisi manajemen risiko, namanya kokoh di balik sertifikasi CRP, CREL, CGRE, dan FRMP.
Sebagai salah satu figur sentral dalam pengawalan program prioritas nasional, sepak terjang Agustina sepanjang tahun 2025 kemarin tergolong sangat aktif. Ia tercatat beberapa kali memimpin pembenahan organisasi dengan melantik total 97 pejabat di BPKP pada September 2025, sembari menaruh pesan sakral mengenai pentingnya integritas.
Ia juga menjadi sosok yang vokal menyuarakan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam sebuah konferensi internasional ahli dewan sengketa pada akhir tahun 2025, Agustina menegaskan bahwa transparansi proyek strategis hanya bisa dikawal dengan baik jika ada sinergi kuat antarpemangku kepentingan.
Kini, dengan portofolio puluhan tahun yang sarat akan pengalaman menjinakkan risiko korupsi dan kebocoran anggaran, kapasitas sang srikandi auditor ini dipertaruhkan penuh untuk mengawal uang negara dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis di seluruh pelosok Indonesia.













