banner 728x250

Sakit Hati dan Incar Harta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan WN Korsel di Bekasi!

Polres Metro Bekasi mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap warga negara Korea Selatan. (Foto: Warta Kota/Muhammad Azzam)

ABNnews – Rasa sakit hati yang mendalam berujung pada aksi pembunuhan berencana yang sadis. Seorang wanita berinisial SJ nekat menjadi otak pembunuhan terhadap mantan suaminya yang merupakan warga negara (WN) Korea Selatan berinisial BS (66) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, demi bisa menguasai harta milik korban.

Aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi bergerak cepat mengusut kasus ini. Hasilnya, petugas berhasil meringkus SJ selaku dalang utama beserta seorang pria berinisial HW yang disewa sebagai pembunuh bayaran untuk mengeksekusi nyawa pria paruh baya tersebut.

“Kami berhasil menangkap dan mengamankan pelaku berinisial SJ dan HW,” tegas Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Kombes Sumarni membeberkan bahwa motif di balik aksi nekat pelaku didasari oleh tumpukan rasa sakit hati dan dendam kesumat. Kepada penyidik, mantan istri korban mengaku kerap mengalami tekanan batin selama ini. Tak hanya dilatari motif asmara dan emosi, SJ juga gelap mata karena mengincar aset kekayaan yang dimiliki korban.

“SJ menyuruh melakukan pembunuhan karena mengaku mengalami tekanan batin dan menyimpan rasa dendam terhadap korban. SJ juga ingin menguasai harta milik korban,” tutur Sumarni.

Dalam menjalankan aksi keji ini, eks istri korban memegang kendali penuh sebagai sutradara yang merencanakan skenario, menginisiasi ide, hingga menyewa eksekutor. Sementara HW bertindak sebagai algojo yang menghabisi nyawa korban di lapangan.

“Saudara HW perannya sebagai eksekutor dalam pembunuhan ini,” lanjut Sumarni.

Sebelum tabir pembunuhan berencana ini terbongkar, jasad korban pertama kali ditemukan pada Rabu (27/5/2026) sore hari sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Tambun, Kompol Wuryanti, menjelaskan bahwa orang pertama yang mendapati korban sudah tidak bernyawa adalah putri kandungnya sendiri.

Sang anak yang datang ke rumah langsung histeris melihat ayahnya sudah terbujur kaku tak bernyawa di dalam rumah.

“Kronologinya, kemarin sore jam 15.00 WIB, beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal,” ungkap Kompol Wuryanti kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Wuryanti memastikan, saat tim identifikasi tiba di lokasi kejadian, korban sedang berada seorang diri di rumahnya dengan kondisi yang sangat mengenaskan akibat luka parah. “Betul, sendiri di rumah. Betul (kondisi) bersimbah darah,” pungkasnya.

Kini kedua tersangka harus mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman berat atas pasal pembunuhan berencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *