banner 728x250

Tim Jibom Temukan Granat Nanas Aktif di Lokasi Ledakan Bom PD II Biak

Tim Jibom Polda Papua temukan granat aktif di lokasi ledakan bom Perang Dunia II di Biak. (ANTARA FOTO/DANANG)

ABNnews – Proses sterilisasi di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, membuahkan hasil mencengangkan.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua berhasil menemukan satu buah granat aktif jenis nanas yang masih tertanam di sekitar area tempat kejadian perkara (TKP), Senin (1/6).

Penemuan peledak aktif berdaya hancur tinggi tersebut langsung direspons cepat oleh petugas di lapangan. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengonfirmasi bahwa granat nanas temuan tersebut langsung dievakuasi dan dimusnahkan di lokasi aman demi menghindari risiko ledakan susulan.

“Granat nanas itu ditemukan di TKP dan sekitar pukul 18.00 WIT granat tersebut langsung dimusnahkan (disposal),” ungkap Ari Trestiawan saat dihubungi wartawan, Senin malam.

Ari menjelaskan, penyisiran dan pemeriksaan mendalam terhadap sisa-sisa bahan peledak militer lawas tersebut akan kembali dilanjutkan pada Selasa (2/6) pagi ini.

Pasalnya, tim Jibom baru mendarat di Biak pada Senin sore kemarin, sehingga proses penyisiran awal belum berjalan maksimal karena terkendala waktu dan pencahayaan.

Guna mencegah jatuhnya korban tambahan, Kapolres mengimbau dengan sangat agar masyarakat setempat tidak nekat menerobos garis polisi atau memasuki area radius bahaya sampai tim ahli menyatakan kawasan pemukiman tersebut benar-benar bersih.

“Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana, maka olah TKP juga belum dilakukan. Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak,” terangnya.

Seperti diketahui, ledakan dahsyat yang diduga kuat berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II ini terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Impak dari ledakan ini terbilang sangat mengerikan hingga merusak pemukiman warga sekitar.

Polisi merilis data korban meninggal dunia akibat insiden maut ini berjumlah 5 orang, yakni: Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5).


Selain merenggut lima nyawa, petaka ini juga mengakibatkan 3 orang warga dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian, serta 19 orang lainnya menderita luka-luka akibat hantaman serpihan dan reruntuhan.

Dampak kerusakan materiil pun cukup parah, tercatat sedikitnya 9 unit rumah tinggal rusak berat yang dihuni oleh 10 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 55 jiwa kini terpaksa kehilangan tempat tinggal dan ditampung sementara di posko pengungsian yang disediakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Biak Numfor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *