banner 728x250

Ogah Diwakili, Presiden Prabowo ‘Todong’ DPR Soal Kerangka Ekonomi Makro Terbaru

Presiden Prabowo Subianto di DPR, 20 Mei 2026.(YouTube Sekretariat Presiden)

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto sengaja meminta waktu khusus untuk menyampaikan langsung pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPR.

Langkah ini diambil Prabowo lantaran merasa kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu saat ini mewajibkan dirinya turun tangan langsung menjelaskan arah ekonomi negara.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat membuka pidatonya di rapat paripurna kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Di awal pidato, Kepala Negara tak lupa melayangkan apresiasi kepada pimpinan MPR/DPR/DPD karena rapat paripurna kali ini digelar bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan penghargaan saya setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPR/MPR dan DPD RI atas diselenggarakannya rapat paripurna dihadiri oleh anggota DPR/MPR dan DPD RI ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional kita,” tutur Prabowo di hadapan para legislator.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa kehadiran dirinya di podium paripurna bukanlah formalitas biasa. Ia mengaku sengaja meminta waktu luang agar bisa berbicara tatap muka langsung dengan para anggota dewan demi mengawal fondasi awal anggaran negara.

“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara APBN 2027,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan itu memaparkan dinamika geopolitik dan geoekonomi global saat ini sedang berada di fase kritis penuh konflik, ketegangan, hingga ketidakpastian.

Menurutnya, letupan perang di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Timur Tengah, cepat atau lambat bakal ikut mengocok ulang kondisi perekonomian di dalam negeri.

“Pimpinan dan seluruh anggota Dewan yang saya muliakan, kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik ketegangan dan ketidakpastian, peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa di Timur Tegah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita tapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan,” urai Prabowo.

Melihat ancaman nyata yang membayangi hajat hidup orang banyak itulah, Prabowo menilai posisi seorang Presiden tidak boleh absen dalam momen-momen krusial seperti ini.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden RI harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *