banner 728x250

Detik-detik Oknum TNI Dor Rekan Sendiri di Palembang, Pangdam II/Sriwijaya Reaksi Keras

Ilustrasi. LENSAINDONESIA.COM

ABNnews – Insiden berdarah yang melibatkan sesama oknum anggota TNI pecah di sebuah kafe di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Seorang prajurit TNI berinisial P meregang nyawa setelah diduga ditembak oleh rekan seprofesinya sendiri yang berinisial R (23).

Peristiwa memilukan itu terjadi di Kafe Panhead, Palembang, pada Sabtu (16/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.40 WIB. Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya keributan maut yang menelan korban jiwa tersebut.

“Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia,” kata Fauzi kepada awak media, Sabtu (16/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini diduga bermula dari kesalahpahaman antara korban dan pelaku saat keduanya tengah berjoget di dalam kafe.

Situasi yang semula santai mendadak memanas hingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada perkelahian fisik.

Di tengah kegaduhan tersebut, pelaku R diduga kalap lalu mencabut senjata api yang dibawanya. Tanpa ampun, pelaku melepaskan satu kali tembakan telak ke arah korban.

Korban P yang langsung tersungkur sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun apes, nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka tembak serius di bagian perut sebelah kanan.

Pasca-kejadian, tim identifikasi Polrestabes Palembang langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi mata, serta berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AD Palembang.

Merespons insiden ini, pihak Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan kasus akan dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menegaskan bahwa Pangdam II/Sriwijaya memberikan atensi penuh dan bereaksi keras dengan memerintahkan jajaran intelijen serta polisi militer untuk mengusut tuntas di lapangan.

“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” tegas Yordania.

Saat ini, Denpom 2/IV Palembang tengah maraton melaksanakan serangkaian proses penyelidikan. Petugas di lapangan terus menguliti bukti-bukti yang ada, mulai dari pemeriksaan saksi di lokasi, pendalaman rekaman CCTV kafe, pelaksanaan autopsi jenazah korban, hingga pengumpulan barang bukti di TKP.

Pihak TNI juga menggandeng Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Yordania meminta semua pihak bersabar karena proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat.

“Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *