banner 728x250

Niat Curi Mangga Berujung Maut, Keluarga Korban Malah Ngamuk dan Aniaya Pemilik Pohon!

Tangkapan Layar CCTV

ABNnews – Nasib nahas menimpa seorang pria berinisial RI di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Niat hati ingin memetik mangga, RI justru meregang nyawa usai terjatuh dari pohon.

Kejadian ini pun mendadak viral lantaran berbuntut aksi anarkis dari pihak keluarga korban.

RI ditemukan tewas di kawasan Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api. Tak hanya menyelidiki penyebab kematiannya, polisi kini juga harus turun tangan menangani kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi pasca-kejadian.

Kanit Pidum Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, membeberkan hasil pra-rekonstruksi di lokasi kejadian.

Awalnya, RI datang bersama rekannya, M, untuk mengambil mangga di halaman rumah warga pada malam hari. Namun, aksi keduanya tepergok oleh pemilik rumah.

Rekan RI berhasil kabur, sementara RI yang masih berada di atas pohon mencoba menyusul dengan cara melompat. Nahas, pijakannya tidak kuat hingga ia terjatuh ke belakang.

“Keterangan teman pelaku ini melihat pelaku lompat dari atas karena tumpuan kakinya tidak kuat, sehingga jatuh ke belakang. Kepala bagian belakangnya terantuk ujung pagar fondasi,” jelas Ipda Markus, Selasa (12/5/2026).

Kericuhan pecah sesaat setelah pemakaman RI. Pihak keluarga yang tersulut emosi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penganiayaan terhadap pemilik pohon mangga serta salah seorang tetangga. Aksi ini dipicu oleh selentingan kabar bahwa RI sempat dianiaya warga setelah terjatuh.

“Ada yang mengatakan bahwa pelaku ini setelah jatuh dilakukan penganiayaan. Hal itulah yang membangkitkan kemarahan rekan-rekan pelaku hingga mendatangi TKP dan melakukan kekerasan,” ungkap Markus.

Kemarahan keluarga makin menjadi ketika tetangga yang memiliki kamera pengawas (CCTV) tidak bisa menunjukkan rekaman kejadian.

Pemilik CCTV berdalih rekaman tersebut sudah terhapus otomatis oleh sistem, namun keluarga RI yang tidak puas justru melakukan perusakan dan penganiayaan.

“Karena merasa tidak puas, pihak keluarga pelaku melakukan penganiayaan terhadap yang memiliki CCTV tersebut,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa total 11 orang saksi. Rinciannya, tujuh saksi diperiksa terkait kasus dugaan pencurian mangga, dan empat saksi diperiksa terkait kasus pengeroyokan serta perusakan rumah warga.

Guna memastikan penyebab pasti kematian RI dan membuktikan kebenaran isu penganiayaan, polisi berencana meminta keterangan dokter yang sempat menangani korban sebelum meninggal dunia. Jika diperlukan, polisi siap melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter. Jika diperlukan, kami akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah,” tegas Markus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *