banner 728x250

Bobby Nasution Semprot Direktur ALS: Daftar Manifes Cuma 5 Korbannya 14!

Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan keluarga korban kecelakaan maut di Jalinsum berkunjung ke loket bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. (Foto: istimewa)

ABNnews — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegur PT Antar Lintas Sumatra (ALS) terkait kelengkapan manifes atau dokumen penumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada Rabu (06/05) lalu.

Hal itu dikatakan Bobby saat berkunjung ke loket bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Kamis (07/05). Dalam pertemuan yang juga diikuti pihak ALS, keluarga korban, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Sumut itu membahas soal terkait perkembangan penanganan kecelakaan.

Direktur ALS, Chandra Lubis mengatakan, pihaknya hanya memegang lima data penumpang dari total 14 penumpang yang berada di dalam bus. Menurut Chandra, sebagian penumpang ALS jurusan Pati-Medan itu naik di tengah perjalanan dan bukan dari loket resmi.

Bobby langsung meradang mendengar paparan tersebut. Menantu Jokowi itu menyebut ketiadaan manifest mempersulit identifikasi korban.

Pasalnya, hanya lima penumpang yang terdata oleh pihak ALS dan tak semua penumpang naik dari loket. Belum lagi kebanyakan korban mengalami luka bakar.

“Yang berangkat (terdaftar) ada lima, tapi yang meninggal 14 orang. Itu kesulitannya, kesulitan yang kalian buat sendiri. Hal ini jadi pembelajaran dan koreksi bagi kita semua,” kata Bobby, dikutip dari Instagram resminya, Jumat (08/05).

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut, Nasjwin Andi Nurdin mengatakan, data manifest penumpang sangat penting dalam penanganan kecelakaan. “Ke depan mungkin, Pak Direktur dapat memerintahkan data itu harus selaras dengan penumpang,” ucapnya.

Nasjwin menjelaskan, data manifest juga dibutuhkan untuk proses pemberian santunan asuransi kepada keluarga korban. Karena itu, ia meminta PT ALS segera melengkapi data penumpang.

Diketahui, bus ALS bertabrakan dengan truk tangki minyak milik PT Serelaya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (06/05) siang.

Tabrakan menyebabkan kedua kendaraan langsung terbakar dan menewaskan 16 orang. Kasatlantas Polres Musi Rawas Utara AKP M Karim mengatakan, sopir bus ALS bernama Alif (44) asal Jawa Tengah meninggal dunia dalam kondisi terbakar.

Seorang kernet bus bernama M Fadli asal Riau selamat setelah memecahkan kaca bus, sedangkan kernet lainnya, Saf (50) asal Medan, ikut meninggal dunia di dalam bus.

Karim menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi saat bus ALS mencoba menghindari lubang jalan yang tidak rata. Saat menghindari lubang tersebut, bus diduga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *