banner 728x250

Terkuak Alasan Sopir Taksi Listrik Green SM Terjebak Saat Mobil Mati di Rel Bekasi Timur

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

ABNnews – Teka-teki penyebab kecelakaan maut yang melibatkan taksi listrik Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur mulai terkuak. Polda Metro Jaya mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi kendaraan saat detik-detik insiden berdarah itu terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut, mobil listrik yang dikemudikan RPP mengalami mati mesin mendadak di tengah perlintasan sebidang. Namun, yang bikin merinding, sang sopir sempat terjebak di dalam kabin karena pintu mobil sama sekali tidak bisa dibuka.

Kombes Budi menjelaskan, saat kendaraan mati mendadak, sistem penguncian pintu diduga ikut bermasalah. Beruntung, sopir berinisial RPP tersebut tidak kehilangan akal meski maut sudah di depan mata.

“Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi kendaraan juga berpindah ke posisi ‘parking’. Baru setelah kendaraan dimatikan, kaca mobil bisa diturunkan. Sopir akhirnya keluar lewat kaca dibantu warga sekitar,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).

Hingga kini, penyebab pasti mengapa mobil listrik tersebut mati mendadak masih menjadi misteri. Polisi pun menggandeng Puslabfor dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi mendalam secara paralel.

“Ini masih didalami, apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet atau medan listrik (rel) terhadap kendaraan tersebut. Tim masih bekerja untuk mendalami,” tambahnya.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) malam ini bukan sekadar kecelakaan tunggal. Akibat taksi Green SM mogok dan dihantam KRL, rangkaian KRL tersebut berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, dalam posisi berhenti, rangkaian KRL tersebut justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras ini mengakibatkan gerbong belakang khusus wanita ringsek parah. Tragedi memilukan ini merenggut 16 nyawa dan menyebabkan 90 orang lainnya luka-luka.

Menanggapi insiden ini, pihak Green SM menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga. Mereka menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung di Stasiun Bekasi.

“Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” tulis pernyataan resmi pihak Green SM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *