ABNnews — Suasan internal Real Madrid memanas jelang laga El Clasico, Senin (11/05) dini hari WIB. Kapten Real Madrid Federico Valverde mengalami cedera kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah adu jotos dengan Aurelien Tchouameni.
Insiden adu fisik Fede dan Tchouameni berawal dari perselisihan di fasilitas latihan Valdebebas pada Kamis (07/05) sore waktu setempat. Desas-desus menyebut benih konflik keduanya sudah terjadi pada sesi latihan sehari sebelumnya.
Puncak ketegangan terjadi pada Kamis, Fede dilaporkan menolak berjabat tangan dengan Tchouameni. Marca menyebut, situasi diperparah dengan pernyataan Fede yang menyebut Tchouameni membocorkan rahasia internal kepada pers.
Meski Aurelien Tchouameni telah membantah keras dan menegaskan bahwa dirinya tidak menjalin kontak dengan awak media, Valverde terus mendesak masalah tersebut hingga ke lapangan hijau.
Di bawah pengawasan tim pelatih, sesi latihan diwarnai dengan serangkaian tekel kasar yang melibatkan kedua pemain tersebut sebagai bentuk pelampiasan kekesalan yang belum mereda.
Puncak pertikaian terjadi saat tim kembali ke ruang ganti usai latihan. Valverde terus melancarkan provokasi meski Tchouameni sudah meminta agar perselisihan diakhiri karena telah melewati batas.
Ketegangan akhirnya pecah menjadi kontak fisik yang mengakibatkan Valverde terjatuh dan kepalanya membentur meja hingga mengalami luka robek.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pemain internasional Uruguay itu sempat mengalami pusing dan harus dibawa menggunakan kursi roda menuju unit gawat darurat.
Gelar Rapat Darurat
Besarnya insiden membuat manajemen Real Madrid bergerak cepat. Jose Angel Sanchez disebut langsung hadir dalam pertemuan darurat yang digelar hanya beberapa menit setelah pertengkaran terjadi.
Rapat tersebut berlangsung tertutup dan melibatkan seluruh pemain skuad utama. Tidak ada pemain yang diperbolehkan meninggalkan kompleks latihan sebelum pertemuan selesai.
Real Madrid juga disebut mulai membuka proses disiplin terhadap Valverde dan Tchouameni. Klub ingin segera menghentikan eskalasi konflik yang mulai mengganggu stabilitas ruang ganti.
Situasi internal Madrid saat ini dilaporkan sedang sangat sensitif. Ketegangan, rasa frustrasi, dan perpecahan di dalam skuad disebut semakin terasa setelah serangkaian hasil yang dianggap tidak memuaskan musim ini.
Beberapa sumber internal bahkan menyebut insiden tersebut sebagai salah satu konflik paling serius yang pernah terjadi di Valdebebas. Real Madrid kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga fokus tim di tengah situasi ruang ganti yang memanas.













