ABNnews – Jagat maya tengah dihebohkan dengan kabar duka yang menimpa Mandala, seorang siswa SMKN 4 Samarinda, Kalimantan Timur. Remaja tersebut meninggal dunia diduga setelah mengalami masalah kesehatan serius yang berawal dari urusan sepele: sepatu yang kekecilan.
Kisah pilu Mandala viral setelah diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Disebutkan bahwa almarhum harus berjuang menahan sakit demi menuntaskan kewajibannya sebagai siswa magang.
Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @pikology, Mandala disebut terpaksa mengenakan sepatu berukuran 40, padahal ukuran asli kakinya adalah 43.
Kondisi ini diperparah lantaran Mandala tengah menjalani program magang sebagai pramuniaga di sebuah pusat perbelanjaan. Pekerjaan tersebut menuntutnya untuk berdiri dalam waktu yang sangat lama dengan kondisi kaki yang terhimpit.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, membeberkan kronologi berdasarkan keterangan pihak sekolah.
Mandala menjalani magang sejak 9 Februari hingga 20 Maret 2026. Meski sempat masuk sekolah pada akhir Maret, kondisi fisiknya terus menurun hingga ia disarankan beristirahat.
“Tanggal 2 April 2026 siswa tidak mengikuti pembelajaran dan orang tua mengirim izin sakit,” kata Armin dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
Pihak sekolah sempat mengunjungi rumah Mandala pada 21 April dan menemukan kondisi kakinya lemas serta membengkak, meski tidak ditemukan luka lecet. Saat itu, sekolah menyarankan agar Mandala segera dibawa ke rumah sakit. Namun, niat tersebut sempat terkendala tunggakan BPJS sebesar Rp 2,4 juta yang dialami keluarga.
Mendengar hal itu, pihak sekolah pun berupaya membantu memfasilitasi pengurusan BPJS melalui bantuan pemerintah agar Mandala bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Harapan sempat muncul ketika pihak sekolah kembali berkunjung pada 23 April. Orang tua Mandala melaporkan bahwa kondisi anaknya mulai membaik dan bengkak di kakinya sudah menyusut. Bahkan, pihak sekolah saat itu berencana membelikan sepatu baru dengan ukuran yang sesuai untuk Mandala.
Namun takdir berkata lain. “Pada tanggal 24 April 2026 diterima kabar bahwa siswa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” pungkas Armin. Pihak sekolah pun turut mendampingi proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah almarhum.













