ABNnews — Massa buruh membatalkan rencana aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (01/05). Sebagai gantinya, massa buruh akan merayakan May Day bersama Presiden Prabowo Subianto di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Sejumlah jalan di sekitar kawasan Monas diprediksi akan dipadati massa buruh. Kepadatan itu dipicu rencana kedatangan ratusan ribu buruh yang datang dari berbagai daerah.
Informasi dari akun X resmi Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro menyebutkan, kepadatan berpotensi terjadi di seluruh akses menuju Monas.
Sejumlah titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Abdul Muis, Jalan Suryopranoto dan Jalan Pejambon.
“Agar menghindari ruas jalan tersebut demi kenyamanan dan kelancaran dalam berkendara,” demikian imbauan yang disampaikan.
Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya, serta mempertimbangkan ulang rencana perjalanan, termasuk ke lokasi wisata.
Dengan potensi lonjakan massa yang besar, pengguna jalan diimbau mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan parah di pusat Ibu Kota.
Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sekitar 200.000 buruh diperkirakan akan masuk ke Jakarta menggunakan 4.000 bus dan 20.000 sepeda motor.
Untuk mengurai kepadatan, polisi bersama Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Bus dari Jawa Barat akan diarahkan ke JIExpo dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.
Sementara bus dari Jawa Tengah dan Jawa Timur diparkir di Wisma Aldiron, Pancoran, dan bus dari Banten serta Lampung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Kendaraan hanya akan melakukan penurunan penumpang (drop off) di sekitar Monas sebelum diarahkan ke lokasi parkir yang telah ditentukan.
Selain itu, lokasi tambahan seperti Ancol juga disiapkan jika kapasitas parkir tidak mencukupi, meski penggunaannya terbatas karena bertepatan dengan hari libur.













