ABNnews — Hingga pukul 06.35 WIB, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam, bertambah menjadi tujuh orang dan masih ada tiga korban yang masih terjepit.
“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 7. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” kata Dirut KAI, Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04) pagi.
“Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 81 orang. Rumah sakitnya ada sembilan RS,” sambung dia.
Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan petugas menghadapi kesulitan karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan jumlah korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi yang terus berjalan. “Proses evakuasi akan terus berjalan,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/04)
Syafii mengungkapkan, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kuatnya material rangkaian kereta yang saling menghimpit. “Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra,” katanya.











